BANDA ACEH — Sebanyak 15 wilayah di Aceh diprakirakan akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang dalam tiga hari ke depan. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda, Nabila, menyebut kondisi ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang cukup kompleks.
Aktifnya Dua Gelombang Atmosfer Sekaligus
Nabila menjelaskan, gelombang atmosfer Rossby dan Kelvin yang aktif di Selat Malaka sebelah utara Aceh menjadi pemicu utama cuaca buruk ini. Selain itu, daerah belokan angin dan konvergensi di wilayah Aceh turut mendukung pertumbuhan awan konvektif.
“Suhu muka laut yang hangat di Perairan Barat dan Selatan Sumatera juga berpotensi meningkatkan penguapan sehingga menambah kandungan uap air di atmosfer,” ujar Nabila kepada Nukilan, Sabtu (4/7/2026).
Daftar Wilayah Terdampak per Hari
BMKG merinci potensi hujan lebat dan angin kencang secara bertahap. Pada Sabtu (4/7/2026), wilayah yang perlu waspada meliputi Aceh Barat, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Banda Aceh, Bireuen, Gayo Lues, Pidie, dan Sabang. Adapun potensi angin kencang diperkirakan terjadi di Banda Aceh dan Sabang.
Memasuki Minggu (5/7/2026), hujan lebat diprakirakan melanda Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Pidie, Pidie Jaya, dan Subulussalam. Sementara angin kencang berpotensi terjadi di Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang.
Pada Senin (6/7/2026), potensi hujan lebat menyempit ke tiga wilayah: Aceh Selatan, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues. Potensi angin kencang masih diprakirakan terjadi di Banda Aceh dan Sabang.
Waspada Hujan Mendadak Sore-Malam Hari
BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai hujan yang dapat terjadi secara tiba-tiba pada sore hingga malam hari. Kondisi ini dipicu oleh pemanasan yang intens pada siang hari yang memicu pertumbuhan awan cumulonimbus secara cepat.
Nabila juga mengingatkan warga agar berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika berkendara dalam kondisi cuaca buruk. “Potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor juga perlu diantisipasi,” tegasnya.