Pencarian

DKP Simeulue Kembangkan Budi Daya Ikan Metode Bioflok, Alternatif Usaha Nelayan di Kepulauan Aceh

Senin, 06 Juli 2026 • 22:49:31 WIB
DKP Simeulue Kembangkan Budi Daya Ikan Metode Bioflok, Alternatif Usaha Nelayan di Kepulauan Aceh
DKP Simeulue memperkenalkan metode bioflok sebagai alternatif budi daya ikan bagi nelayan setempat.

SIMEULUE — Pemerintah Kabupaten Simeulue melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) memperkenalkan budi daya perikanan modern kepada nelayan setempat. Langkah ini menjadi solusi bagi nelayan yang selama ini hanya mengandalkan hasil tangkapan laut yang kerap tidak menentu.

Metode Bioflok: Limbah Jadi Nutrisi Ikan

Kepala DKP Simeulue Supriman Juliansyah mengatakan teknik bioflok memanfaatkan mikroorganisme pengurai untuk mengubah limbah budi daya menjadi nutrisi yang bisa dimakan ikan. "Budi daya ini menjadi usaha alternatif masyarakat nelayan selain perikanan tangkap," katanya di Simeulue, Senin.

Menurut Supriman, metode ini efisien karena tidak membutuhkan lahan luas dan air yang banyak. Limbah dari kotoran dan sisa pakan diolah langsung oleh bakteri menjadi gumpalan protein yang dimakan ikan. Sistem ini dinilai lebih terkontrol dibanding budi daya konvensional.

Rumpon Dipasang untuk Tingkatkan Hasil Tangkapan

Selain budi daya modern, DKP Simeulue juga memasang rumpon di perairan sekitar. Rumpon berfungsi sebagai rumah ikan sehingga memudahkan nelayan menangkap ikan tanpa harus melaut terlalu jauh.

"Dengan adanya rumpon laut tersebut diharapkan dapat memudahkan dan meningkatkan hasil perikanan tangkap, sehingga meningkatkan perekonomian nelayan," kata Supriman.

Ia menambahkan, dua program ini merupakan sinergi antara Pemkab Simeulue dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Pemerintah pusat mendukung penuh upaya diversifikasi usaha nelayan di daerah kepulauan terluar.

Nelayan: Program Ini Bisa Naikkan Pendapatan

Mustakim, nelayan asal Pulau Simeulue, menyambut baik program tersebut. Ia berharap pemasangan rumpon bisa membuat hasil tangkapan lebih melimpah. "Begitu juga budi daya perikanan, menjadi usaha alternatif nelayan dalam meningkatkan pendapatan," kata Mustakim.

Bagi nelayan di Simeulue, cuaca buruk kerap menjadi kendala utama melaut. Dengan adanya alternatif budi daya, mereka tetap bisa produktif meski ombak sedang tinggi. DKP menargetkan program ini bisa menjangkau lebih banyak kelompok nelayan di seluruh kecamatan.

Mengapa Bioflok Cocok untuk Simeulue?

Sebagai kabupaten kepulauan, Simeulue memiliki keterbatasan lahan daratan yang luas. Metode bioflok tidak memerlukan kolam besar—cukup dengan bak atau terpal bundar. Teknologi ini juga meminimalkan risiko penyakit ikan karena kualitas air terus terjaga oleh bakteri pengurai.

Supriman berharap nelayan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada hasil tangkapan laut yang fluktuatif. "Program ini diharapkan dapat menjadi usaha yang produktif, efisien, dan ramah lingkungan bagi masyarakat, terutama bagi nelayan pembudidaya ikan di Kabupaten Simeulue," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: aceh.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks