SIMEULUE — Keberadaan Kabupaten Simeulue sebagai daerah kepulauan yang terpisah dari daratan utama Aceh membuat distribusi bantuan saat bencana kerap terkendala. Kepala Dinas Sosial setempat, Carles, mengatakan kondisi geografis ini menjadi tantangan tersendiri yang harus diantisipasi dengan kesiapan logistik yang lebih besar.
“Ketersediaan stok logistik saat ini perlu ditingkatkan agar tidak terjadi kekosongan saat situasi darurat,” ujar Carles, Selasa (7/7/2026).
Menurut Carles, ancaman bencana di Simeulue tidak bisa dianggap remeh. Banjir, tanah longsor, dan kebakaran adalah peristiwa yang setiap saat bisa terjadi dan langsung berdampak pada warga. Oleh karena itu, pihaknya mendorong agar kesiapsiagaan dimulai dari sekarang, bukan saat bencana sudah tiba.
Stok Logistik yang Dibutuhkan di Gudang Bencana
Dinas Sosial Kabupaten Simeulue memiliki tanggung jawab langsung dalam memastikan persediaan barang logistik bencana selalu siap. Beberapa kebutuhan pokok yang harus tersedia di gudang rawan bencana antara lain:
- Sembako dan makanan siap saji
- Selimut dan matras
- Tenda keluarga
- Perlengkapan dasar lainnya
Harapan Dukungan dari Pemerintah Pusat dan Provinsi
Carles menegaskan bahwa kecepatan penanganan bencana sangat bergantung pada kesiapan logistik di gudang. Ia berharap pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Aceh dapat memberikan alokasi tambahan untuk memperkuat stok yang ada.
“Kami sangat berharap adanya dukungan penambahan logistik, baik dari pemerintah pusat maupun provinsi,” kata Carles.
Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, lanjutnya, harus bisa dilakukan secara cepat dan merata. Tanpa stok yang memadai, proses evakuasi dan penanganan darurat akan terhambat, terutama di wilayah kepulauan yang aksesnya terbatas.
Mengapa Simeulue Butuh Perhatian Lebih?
Sebagai salah satu kabupaten kepulauan terluar di Provinsi Aceh, Simeulue memiliki karakteristik yang berbeda dengan daerah di daratan. Akses transportasi laut dan udara yang terbatas membuat pengiriman bantuan darurat memakan waktu lebih lama. Jika stok logistik di gudang lokal kosong, warga terdampak bencana harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan bantuan.
Kondisi ini yang mendorong Kepala Dinas Sosial untuk menyuarakan perlunya penambahan alokasi logistik. Menurutnya, kesiapsiagaan melalui penyediaan stok yang memadai adalah langkah strategis untuk memastikan bantuan segera sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.