Pencarian

Warga Bener Meriah Patungan Rp 1 Miliar Perbaiki Jalan dan Jembatan Rusak Akibat Bencana, Pemerintah Dinilai Lamban

Selasa, 07 Juli 2026 • 18:44:01 WIB
Warga Bener Meriah Patungan Rp 1 Miliar Perbaiki Jalan dan Jembatan Rusak Akibat Bencana, Pemerintah Dinilai Lamban
Warga Bener Meriah bergotong royong memperbaiki jalan dan jembatan rusak pascabanjir dengan dana patungan Rp 1 miliar.

BENER MERIAH — Dana hasil patungan warga itu digunakan untuk perbaikan Jalan dan Jembatan Enang-Enang yang merupakan akses utama penghubung Kabupaten Bener Meriah dengan Aceh Utara. Inisiator perbaikan, Sahrial Abadi, menyebut dana yang terkumpul mencapai Rp 1 miliar, bukan dari APBN, APBA, maupun APBK.

“Saat ini uang sejumlah Rp 526.000.000 sudah terpakai, masih ada sisa sekitar Rp 555.000.000 lagi yang belum terpakai nanti untuk pembangunan dinding penahan jalan, tempat ibadah dan fasilitas lainnya,” kata Sahrial.

Jalan Rusak dan Jembatan Bambu yang Mengancam

Bencana yang terjadi pada Rabu (26/11/2025) merusak 166 jembatan dan 81 ruas jalan akibat 61 titik longsor dan 27 lokasi banjir bandang di Bener Meriah. Juru Bicara Pos Komando Penanganan Bencana Aceh, Murthalamuddin, menyebutkan angka tersebut sebagai dampak langsung bencana hidrometeorologi.

Di Kecamatan Mesidah, warga terpaksa membuat jembatan darurat berbahan bambu untuk menghindari isolasi dari wilayah luar. Jembatan itu menjadi infrastruktur penting bagi 15 desa, dilintasi ratusan petani setiap hari untuk mengangkut hasil panen. Namun, konstruksi bambu mulai lapuk dan papan pijakan kerap bergeser akibat beban berat.

“Sudah banyak kecelakaan di sini akibat jalan rusak, jangan tunggu dulu ada korban jiwa baru ada perbaikan, kalau tunggu pemerintah gawat ya,” keluh Darmika, seorang warga, saat ditemui Kompas.com pada Februari lalu.

Janji BNPB dan Realisasi Jembatan Bailey

Mengantisipasi aksi swadaya yang kian marak, Direktur Peringatan Dini BNPB, Berton Suar Pandjaitan, turun langsung ke lokasi pada awal Maret. Ia berjanji akan membangun jembatan darurat setelah Idul Fitri. Namun, jembatan Bailey baru mulai dikerjakan pada Juni.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 BPJN Aceh, Mulyadi, menyatakan jembatan tersebut ditargetkan rampung pada pertengahan Juli 2026. “InsyaAllah pada Senin (13/7/2026), jembatan sudah bisa dilalui kendaraan. Saat ini pengerjaan terus kita kebut, tahap pemasangan lantai jembatan juga mendekati rampung,” ujarnya pada Sabtu (4/7/2026).

Warga Sewa Ekskavator, Pemerintah Baru Bergerak Berbulan-Bulan Kemudian

Pada Selasa (26/5/2026), warga mulai patungan menyewa satu unit ekskavator untuk mengerjakan jalan Enang-Enang. Mereka menilai pemerintah sangat lamban menangani akses vital tersebut. Saat itu, arus lalu lintas dialihkan melalui jalur alternatif Simpang Lancang – Wih Porak yang dinilai terlalu sempit dan rusak, kerap menimbulkan antrean panjang dari arah Takengon menuju Kabupaten Bireuen atau sebaliknya.

Selain uang tunai untuk menyewa alat berat, warga juga menyumbang bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional alat berat. Setelah kerja keras selama lebih dari sebulan, jalan Enang-Enang akhirnya kembali dibuka dan diresmikan pada Kamis (2/7/2026).

Aksi swadaya ini mencerminkan keputusasaan warga terhadap lambannya birokrasi. Di tengah janji pemerintah yang baru terealisasi berbulan-bulan kemudian, warga Bener Meriah memilih bergerak sendiri demi menggerakkan kembali roda perekonomian dan akses sosial mereka.

Bagikan
Sumber: regional.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks