Pencarian

Kebakaran Lahan Gambut di Aceh Selatan Meluas Jadi 23 Hektare, Manggala Agni Berjibaku Padamkan Api dari Dalam Tanah

Rabu, 08 Juli 2026 • 12:51:31 WIB
Kebakaran Lahan Gambut di Aceh Selatan Meluas Jadi 23 Hektare, Manggala Agni Berjibaku Padamkan Api dari Dalam Tanah
Kebakaran lahan gambut di Aceh Selatan meluas menjadi 23 hektare, pemadaman masih berlangsung.

ACEH SELATAN — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Seunebok Pusaka, Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan, terus meluas. Pada hari kedua penanganan, luas lahan yang terbakar bertambah dari sekitar 20 hektare menjadi 23 hektare.

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengerahkan satu regu Manggala Agni dari Daops Sumatera I/Sibolangit sejak hari pertama kebakaran. Tim ini bekerja bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dan unsur terkait lainnya di lapangan.

Api di Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera pada Ditjen Penegakan Hukum Kehutanan Kemenhut, Ferdian Krisnanto, menjelaskan bahwa lahan yang terbakar merupakan kawasan gambut. Karakteristik ini membuat api tidak hanya membakar vegetasi di permukaan, tetapi juga menjalar ke lapisan bawah tanah.

"Lahan yang terbakar tersebut merupakan kawasan gambut dengan tipe kebakaran di permukaan dan bawah lahan," kata Ferdian, dikutip dari Antara.

Akibatnya, bara api bisa terus menyala di bawah permukaan meskipun kobaran api di atas telah padam. Proses pemadaman pun membutuhkan penanganan yang lebih intensif dibandingkan kebakaran di lahan mineral biasa.

Akses Jauh dan Cuaca Cerah Tak Cukup Membantu

Tim pemadam juga menghadapi kendala akses menuju lokasi kebakaran. Perjalanan dari posko di Kantor CRU Trumon menuju titik api memakan waktu sekitar satu jam 20 menit.

"Sedangkan akses menuju lokasi pemadaman kurang lebih satu jam 20 menit perjalanan dari posko di Kantor CRU Trumon. Kondisi kebakaran saat ini, api masih menyala," ujar Ferdian.

Pada hari pertama, cuaca dilaporkan cerah dengan kecepatan angin mencapai sembilan kilometer per jam. Hari kedua, kondisi serupa terjadi dengan kecepatan angin sekitar delapan kilometer per jam. Meski cuaca mendukung, karakteristik lahan gambut tetap membuat api sulit dikendalikan.

Baru Dua Hektare Berhasil Dipadamkan

Upaya pemadaman dilakukan secara bertahap. Pada hari pertama, tim gabungan berhasil memadamkan api di area seluas setengah hektare. Memasuki hari kedua, luas lahan yang berhasil dipadamkan bertambah sekitar 1,5 hektare, sehingga total area yang telah berhasil dikendalikan mencapai dua hektare.

"Pemadaman hingga hari kedua, Manggala Agni berhasil memadamkan kebakaran lahan di Seunebok Pusaka mencapai dua hektare. Pemadam hari pertama seluas setengah hektare dan hari ini, hari kedua mencapai 1,5 hektare," kata Ferdian.

Vegetasi yang terbakar didominasi anakan pohon, semak belukar, tanaman pakis, serta areal perkebunan sawit. Kebakaran mulai terdeteksi sejak Senin (6/7/2026).

Regu Cadangan Disiagakan

Untuk mengantisipasi meluasnya titik api, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera juga menyiagakan satu regu tambahan yang beranggotakan sekitar 15 personel. Tim cadangan ini akan diterjunkan jika kondisi di lapangan memerlukan tambahan kekuatan.

Hingga hari kedua penanganan, api masih terpantau menyala di sejumlah titik. Ferdian memastikan tim akan kembali melanjutkan pemadaman pada hari berikutnya hingga seluruh titik api berhasil dikendalikan.

"Tim kembali besok melakukan pemadaman lanjutan," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: regional.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks