ACEH UTARA — Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil yang akrab disapa Ayah Wa memantau langsung pelaksanaan Gerakan Mendampingi dan Mengawal Anak pada Hari Pertama Sekolah di SMP Negeri 1 Matangkuli. Dalam kunjungan itu, ia memastikan penerapan pemisahan ruang kelas antara siswa laki-laki dan perempuan berjalan sesuai ketentuan.
Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Bupati Aceh Utara Nomor 400.3.5/1010/2026. Pemerintah daerah menargetkan aturan ini bisa diterapkan di seluruh satuan pendidikan, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan secara bertahap.
Apa Alasan Pemisahan Kelas Diterapkan?
Bupati Ismail A. Jalil menjelaskan bahwa pemisahan ruang belajar merupakan upaya nyata menjaga etika pergaulan Islami di lingkungan sekolah. Kebijakan ini juga bertujuan meminimalkan pelanggaran terhadap norma agama serta menciptakan suasana belajar yang lebih fokus, kondusif, dan penuh keberkahan bagi peserta didik.
“Sekolah secara bertahap akan menerapkan pemisahan ruang kelas. Kebijakan ini merupakan upaya nyata untuk menjaga etika pergaulan Islami, meminimalkan pelanggaran norma agama, serta menciptakan suasana belajar yang lebih fokus, kondusif, dan penuh berkah bagi anak-anak,” ujar Bupati dalam keterangannya.
Program Tahfizh Al-Qur’an Jadi Prioritas
Selain pemisahan kelas, Bupati juga memantau pelaksanaan Program Tahfizh Al-Qur’an yang dijalankan berdasarkan Keputusan Bupati Aceh Utara Nomor 814/263/2025. Program ini sebelumnya telah diluncurkan di SMP Negeri 1 Syamtalira Bayu sebagai bagian dari penguatan pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman.
Target hafalan dalam program ini bertahap. Siswa jenjang sekolah dasar ditargetkan menghafal minimal Juz 30, sedangkan siswa SMP/MTs diwajibkan menghafal Juz 29 dan Juz 30.
“Langkah ini merupakan fondasi yang kokoh untuk melahirkan generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan semangat Al-Qur’an,” kata Ayah Wa.
Orang Tua Diminta Aktif Antar Anak di Hari Pertama Sekolah
Dalam kesempatan yang sama, Bupati menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi dan mengantar anak pada hari pertama sekolah. Menurutnya, kehadiran orang tua merupakan bentuk dukungan nyata terhadap proses pendidikan sekaligus penguatan pembentukan karakter anak.
“Hari pertama sekolah merupakan momentum penting dalam memperkuat sinergi antara keluarga dan sekolah. Kehadiran orang tua yang mengantar anak-anak mereka ke sekolah menjadi momen penting untuk membangun kemitraan yang harmonis dan kolaboratif dalam membentuk karakter anak-anak,” pungkasnya.
Kunjungan Bupati turut didampingi anggota Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Utara Tgk. Musliana Ismail, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara Dr. (c) Jamaluddin, S.Sos., M.Pd., Sekretaris Dinas Dr. Irhamni, M.Pd., Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Herman, S.Pd., M.Pd., serta unsur Muspika Kecamatan Matangkuli. Rombongan juga menyambangi SD Negeri 7 Matangkuli untuk memastikan pelaksanaan hari pertama sekolah berjalan lancar.