SIMEULUE — Kolaborasi tiga pilar—pemerintah daerah, masyarakat, dan lembaga adat—kembali diuji di Kabupaten Simeulue. DKP setempat bersama pokmaswas Desa Ujung Tinggi dan Panglima Laot menggelar patroli laut di kawasan Lhok Ujung Tinggi dan sekitarnya, Jumat pekan lalu.
Kepala DKP Kabupaten Simeulue Supriman Juliansyah menyatakan inisiatif ini lahir dari pokmaswas dan Panglima Laot. “Patroli laut ini sebagai langkah antisipasi agar kegiatan ilegal tidak terjadi di wilayah perairan Pulau Simeulue, khususnya kawasan laut Desa Ujung Tinggi dan sekitarnya,” ujarnya.
Pengawasan Ketat Jadi Prioritas di Pesisir Simeulue
Supriman menegaskan pengawasan laut di kawasan Lhok Ujung Tinggi menjadi prioritas utama. Menurutnya, sumber daya kelautan dan perikanan harus dijaga demi masa depan generasi di Pulau Simeulue. “Kami harus memastikan tidak ada aktivitas ilegal yang merusak ekosistem laut,” tegasnya.
Keterlibatan pokmaswas dan Panglima Laot dinilai efektif mendeteksi serta mencegah potensi pelanggaran penangkapan ikan dan perusakan lingkungan. Patroli bersama ini menjadi bukti nyata solidnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga adat.
Nelayan Berharap Patroli Berkelanjutan
Ali Sadikin, nelayan Pulau Simeulue, menyatakan dukungannya. Ia berharap kegiatan ini berjalan secara berkelanjutan. “Kami berharap patroli ini bisa dilakukan secara berkelanjutan, sehingga kegiatan ilegal seperti penangkapan ikan tidak ramah lingkungan bisa dicegah,” kata Ali Sadikin.
DKP Kabupaten Simeulue juga berharap kesadaran masyarakat pesisir akan pentingnya menjaga kelautan semakin meningkat. Dengan begitu, ruang gerak pelaku penangkapan ikan dengan cara merusak di Pulau Simeulue dapat dipersempit.