KUALA SIMPANG — Lahan pertanian seluas 157 hektare yang sebelumnya terendam banjir di Aceh Tamiang kini mulai menunjukkan hasil. Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang bersama Kodim 0117/Aceh Tamiang menargetkan produksi gabah mencapai 1.201 ton dari panen raya yang dipimpin langsung Bupati Armia Pahmi pada Jumat (17/7/2026).
Target tersebut dihitung berdasarkan produktivitas rata-rata 5,2 ton gabah per hektare dari Luas Tambah Tanam (LTT) yang mencapai 157 hektare di kawasan Kampung Seuneubok Dalam Upah, Kecamatan Bendahara. Kawasan ini memiliki Luas Baku Sawah (LBS) total 231,41 hektare.
Sinergi TNI dan Pemda Pulihkan Lahan Pasca-Banjir
Armia Pahmi menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat Aceh Tamiang. Pemulihan lahan pascabencana menjadi prioritas utama pemerintah daerah, terutama setelah banjir melanda sejumlah kawasan persawahan beberapa waktu lalu.
“Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah kabupaten, TNI, dan para petani, kita optimis wilayah yang terdampak bencana ini bisa kembali produktif dan menyokong ketersediaan pangan nasional,” ujar Armia Pahmi di sela-sela kegiatan panen raya.
Tujuh Kelompok Tani Jadi Garda Depan Pemulihan
Pemulihan pertanian di Kampung Seuneubok Dalam Upah melibatkan tujuh kelompok tani, yaitu Kelompok Tani Empang Breuh, Barona, Barona Muda, Dang Na, Meusapat Rakan, Amanah Endatu, dan Sama-Sama. Mereka menjadi ujung tombak dalam mengembalikan produktivitas lahan yang sempat terendam banjir.
Dalam kegiatan tersebut, Armia Pahmi didampingi Dandim 0117/Aceh Tamiang Letkol Arm. Raden Subhi Fitra Jaya, Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang Yudhi Syufriadi, Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang M. Nur, serta Wakapolres Aceh Tamiang Kompol Rubby Nanda. Mereka juga mengikuti video conference bersama Presiden RI Prabowo Subianto untuk melaporkan perkembangan program ketahanan pangan di Aceh Tamiang.
Target 1.201 Ton: Momentum Kebangkitan Pertanian Aceh Tamiang
Dengan target produksi 1.201 ton gabah, panen raya ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan sektor pertanian pascabencana. Capaian ini sekaligus memperkuat komitmen swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang berkomitmen untuk terus mendampingi para petani melalui bantuan bibit, pupuk, dan pendampingan teknis agar produktivitas lahan dapat kembali optimal. Sinergi antara pemda, TNI, dan petani dinilai menjadi kunci utama dalam mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana di wilayah tersebut.