YOGYAKARTA — PT Bank Aceh Syariah resmi menyandang penghargaan Pemred Award 2026 untuk kategori keterbukaan informasi publik. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Utama Bank Aceh Syariah Fadhil Ilyas dalam rangkaian Festival Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia yang berlangsung pada 17-19 Juli 2026 di Yogyakarta.
Menurut Fadhil, penghargaan ini bukan sekadar prestasi individu, melainkan hasil kerja kolektif seluruh insan Bank Aceh. “Alhamdulillah, penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Aceh. Sebagai Bank Pembangunan Daerah milik masyarakat Aceh, penghargaan ini menjadi amanah bagi kami untuk terus menjaga kepercayaan publik melalui komunikasi yang terbuka, transparan, dan bertanggung jawab,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Yogyakarta.
Komitmen Transparansi di Tengah Persaingan Industri Keuangan
Fadhil menjelaskan bahwa di tengah dinamika industri jasa keuangan yang semakin kompetitif, keterbukaan informasi menjadi bagian tak terpisahkan dari penerapan Good Corporate Governance (GCG). Bank Aceh, kata dia, terus memperkuat budaya transparansi, akuntabilitas, serta komunikasi yang efektif sebagai landasan membangun kepercayaan masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui sejumlah langkah konkret. Mulai dari penyampaian informasi perusahaan secara berkala, penguatan fungsi kehumasan, optimalisasi kanal komunikasi digital, hingga peningkatan layanan informasi publik. Bank Aceh juga membangun hubungan yang profesional dan berkelanjutan dengan media massa, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Penghargaan untuk Tiga Tokoh Aceh dalam Satu Malam
Malam penganugerahan Pemred Award 2026 menjadi momen yang membanggakan bagi Aceh. Selain Fadhil Ilyas yang menerima penghargaan atas nama Bank Aceh, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) juga menerima penghargaan Pena Emas. Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir turut memperoleh penghargaan atas kepemimpinan dan kontribusinya dalam tata kelola pemerintahan dan komunikasi publik.
Fadhil berharap capaian ini dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, media, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan Aceh yang berkelanjutan.
Transformasi Satu Dekade Bank Aceh sebagai Bank Syariah
Penghargaan ini juga menjadi bagian dari perjalanan Bank Aceh yang tengah memperkuat transformasi perusahaan, terutama setelah memasuki satu dekade sebagai bank syariah. Dengan fondasi tata kelola yang semakin baik, penguatan manajemen risiko, serta sinergi antara Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas Syariah, Bank Aceh optimistis dapat meningkatkan daya saing dan memperluas kontribusinya bagi pembangunan ekonomi Aceh.
“Kami menyadari bahwa kepercayaan adalah aset terbesar sebuah lembaga keuangan. Karena itu, penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus bekerja lebih baik, menjaga integritas, meningkatkan kualitas pelayanan, serta membangun komunikasi yang profesional dan bertanggung jawab kepada seluruh pemangku kepentingan,” tambah Fadhil.