Pencarian

BBM Subsidi Solar dan Pertalite Kosong di Sejumlah SPBU Aceh Timur, Warga Terpaksa Beli Pertamax Lebih Mahal

Senin, 20 Juli 2026 • 14:13:01 WIB
BBM Subsidi Solar dan Pertalite Kosong di Sejumlah SPBU Aceh Timur, Warga Terpaksa Beli Pertamax Lebih Mahal
Pengendara di sejumlah SPBU Aceh Timur dihadapkan pada papan pengumuman stok Solar dan Pertalite kosong pada Senin (20/7/2026).

ACEH TIMUR — Aktivitas di beberapa SPBU di Kabupaten Aceh Timur tampak lengang pada Senin (20/7/2026). Papan pengumuman bertuliskan 'Stok Solar dan Pertalite Kosong' terpampang di sejumlah titik pengisian, memaksa pengendara berputar haluan.

Salah satu warga, Muhammad Fikri, mengaku harus berkeliling mencari Pertalite untuk motor skutiknya. Upayanya sia-sia. "Saya sudah muter beberapa kali tetapi stok Pertalite kosong, jadi terpaksa saya isi Pertamax meskipun lebih mahal," ujarnya kepada Kompas.com.

Selisih Biaya Rp 20 Ribu Per Pengisian, Warga Merasa Terbebani

Fikri merinci dampak finansial yang harus ia tanggung. Untuk motor jenis Scoopy miliknya, mengisi penuh Pertamax menghabiskan Rp 50 ribu. "Kalau Pertalite 30 ribu sudah full, jadi bedanya 20 ribu terasa banget," keluhnya. Perbedaan harga ini menjadi beban tambahan di tengah kondisi ekonomi yang serba pas-pasan.

Pantauan di lapangan menunjukkan, antrean kendaraan roda dua, roda empat, hingga truk yang biasanya mengular di SPBU kini tak terlihat. Para pengendara memilih untuk menunda perjalanan atau mencari alternatif BBM lain.

Petugas SPBU: Stok Kosong, Belum Ada Info Pasokan dari Depo

Seorang petugas di SPBU Kecamatan Idi Rayeuk membenarkan kondisi tersebut. Ia mengaku tidak mengetahui kapan pasokan dari depo akan tiba. "Kosong, Bang. Kalau kapan masuk, kami juga tidak tahu, karena itu informasinya ada di manajer atau supervisor," katanya singkat.

Ketidakpastian ini memicu keresahan di kalangan pengguna BBM subsidi, terutama mereka yang menggantungkan kendaraan untuk bekerja dan mencari nafkah.

Pertamina Klaim Sedang Lakukan Pengecekan dan Percepatan Distribusi

PT Pertamina Patria Niaga merespons situasi ini. Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut Pertamina Patria Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyatakan pihaknya masih melakukan pengecekan di lapangan. "Kami cek di lapangan dulu ya, ada kendala apa," ujarnya.

Sebelumnya, Pertamina Patria Niaga Regional Sumbagut mengklaim telah memperkuat pasokan dari Integrated Terminal Lhokseumawe sebagai langkah percepatan distribusi. "Kita terus melakukan berbagai langkah percepatan distribusi sebagai upaya mempercepat normalisasi penyaluran di sejumlah wilayah yang mengalami peningkatan kebutuhan BBM," kata Fahrougi dalam pernyataan resmi.

Meski distribusi di Aceh secara umum disebut mulai membaik, upaya normalisasi di Aceh Timur masih terus dilakukan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab utama kelangkaan maupun jadwal pasti kembalinya pasokan Solar dan Pertalite di SPBU wilayah tersebut.

Bagikan
Sumber: regional.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks