ACEH — Keempat pelajar yang berhasil menembus seleksi beasiswa ke luar negeri itu adalah Enver Maula Aufasyah Putra dari SMAN 3 Banda Aceh, Maxalmina Mughayatsyah dari MAS Jeumala Amal Lueng Putu, Pidie Jaya, serta Muhammad Izyan Azhar dan Muhammad Badawi Fadillah dari SMKN 2 Banda Aceh. Mereka akan mengikuti program pelatihan bahasa Mandarin yang difasilitasi oleh pihak perusahaan di Morowali.
Pelatihan Bahasa Jadi Kunci Sebelum Kuliah di China
Marthunis menegaskan bahwa penguasaan bahasa Mandarin menjadi syarat mutlak agar para siswa mampu mengikuti proses pembelajaran di China nantinya. “Pelatihan intensif kemahiran berbahasa Mandarin dilakukan sebelum mereka memulai perkuliahan di Sichuan Vocational College of Chemical Technology. Program ini menjadi bagian dari persiapan akademik agar mereka lebih siap,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan keempat pelajar ini membuktikan bahwa putra-putri Aceh mampu bersaing di tingkat internasional. Ia berharap mereka dapat menjaga nama baik daerah dan Indonesia selama berada di luar negeri.
Wagub Aceh: Jangan Hanya Jadi Penonton Hilirisasi
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mengapresiasi capaian para siswa tersebut. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia Aceh, terutama dalam menghadapi agenda hilirisasi industri yang tengah berkembang di Indonesia, termasuk potensi hilirisasi sektor pertambangan di Aceh.
“Putra-putri Aceh jangan hanya menjadi penonton dalam proses hilirisasi pertambangan. Mereka harus menjadi pelaku utama yang mampu mengelola, mengembangkan, dan mengambil peran strategis dalam pembangunan industri di daerah sendiri,” kata Fadhlullah.
Ia berharap seluruh pihak terus memberikan dukungan hingga para mahasiswa tersebut mampu menyelesaikan pendidikan dengan baik dan kembali mengabdikan ilmunya untuk kemajuan Aceh.
Modal Generasi Muda untuk Masa Depan Aceh
Marthunis menambahkan, program beasiswa ini diharapkan menjadi motivasi bagi pelajar Aceh lainnya untuk terus meningkatkan prestasi akademik, kemampuan bahasa asing, dan keterampilan di era global. “Dengan semakin banyak generasi muda yang berhasil menembus perguruan tinggi internasional, Aceh diyakini akan memiliki sumber daya manusia yang semakin kompetitif di masa depan,” pungkasnya.
Keberangkatan keempat siswa ke Morowali menandai langkah awal sebelum mereka terbang ke Provinsi Sichuan, China, untuk menempuh pendidikan di bidang teknik kimia.