ACEH SINGKIL — Gelombang setinggi 2,5 meter diprakirakan menerjang beberapa titik perairan Aceh. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Aceh mengeluarkan imbauan kepada masyarakat pesisir agar tidak memaksakan diri melaut jika kondisi diperburuk hujan lebat.
Prakirawan BMKG Aceh, Nasyitah Az-zahra Lubis, dalam program Kabar Aceh menyebutkan tinggi gelombang di wilayah Aceh pada umumnya masih cukup aman. Namun, beberapa perairan masuk kategori perlu diwaspadai.
Enam Perairan yang Perlu Diwaspadai
Berikut daftar perairan yang diprakirakan mengalami gelombang hingga 2,5 meter:
- Perairan Singkil-Pulau Banyak
- Selatan Simeulue
- Perairan Sabang-Banda Aceh
- Aceh Besar-Meulaboh
- Abdya-Simeulue
Nasyitah mengingatkan nelayan dan pengguna jasa penyeberangan untuk berhati-hati saat beraktivitas di laut. “Tidak memaksakan untuk melaut apabila kondisi diperburuk dengan adanya hujan dengan intensitas lebat,” ujarnya.
Cuaca Sore Hari: Hujan Hampir Merata
BMKG juga memprakirakan cuaca di Aceh pada pagi hari umumnya cerah hingga berawan, kecuali sebagian wilayah Simeulue yang berpotensi hujan ringan sejak pagi. Memasuki sore hari, potensi hujan diperkirakan hampir merata di seluruh Aceh, mulai dari wilayah selatan hingga barat, kemudian sebagian utara hingga tengah.
Arah dan kecepatan angin diprakirakan berasal dari selatan dengan kecepatan berkisar 5 hingga 30 kilometer per jam.
20 Titik Panas Terdeteksi, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan
Selain gelombang tinggi, BMKG memantau adanya 20 titik panas di wilayah Aceh yang tersebar di Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Bener Meriah, dan Kabupaten Pidie. Kondisi ini dipicu pemanasan intens pada siang hari.
Nasyitah mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Ia juga meminta warga menggunakan pelindung atau tabir surya untuk menghindari paparan langsung sinar matahari.
“Hindari membakar sampah dan membuang puntung rokok secara sembarangan, serta menghindari membuka lahan dengan cara dibakar,” pungkasnya.