BANDA ACEH — Tiga bangunan—satu rumah kos, satu bengkel, dan satu warung kopi—di kawasan padat penduduk Jalan Teuku Umar, Gampong Lamteumen Timur, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, ludes terbakar pada Minggu (26/7/2026) siang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. BPBD Kota Banda Aceh mengerahkan 10 unit armada pemadam dan baru berhasil memadamkan api sekitar pukul 16.00 WIB.
Api Diduga dari Rumah Kos di Belakang Bengkel
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kota Banda Aceh, api pertama kali muncul sekitar pukul 14.00 WIB. Kobaran dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya. Kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi hingga terlihat dari sejumlah titik di kota.
Salah seorang pemilik bangunan, Afief Mawazir (30), yang sehari-hari mengelola kedai di lokasi, mengaku tidak mengetahui pasti awal mula kebakaran. “Pas kejadian saya lagi di luar, kedai memang sedang tutup,” katanya. Ia mendengar dari warga bahwa api diduga berasal dari rumah kos yang berada di belakang bengkel, lalu menjalar ke warung kopi dan bangunan lainnya. Namun informasi itu masih sebatas dugaan.
Lima Pemilik Bangunan Terdampak
Data sementara dari BPBD menyebutkan, setidaknya lima orang tercatat sebagai pemilik bangunan yang terdampak. Mereka adalah Maimun (50), Afief Mawazir (30), Naldi (23), Andri (25), serta Lahmuddin (58) yang memiliki Warkop Galon Kupi. Seluruh bangunan mengalami kerusakan berat akibat terjangan api.
Petugas pemadam kebakaran berjibaku selama kurang lebih dua jam untuk mengendalikan api. Setelah api padam, proses pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Hingga Minggu sore, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Polisi Selidiki Penyebab, Warga Diminta Waspada
Kapolsek setempat yang dikonfirmasi di lokasi menyatakan pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab kebakaran. “Kami masih mendalami, termasuk kemungkinan hubungan pendek arus listrik atau faktor manusia,” ujar perwira yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu, warga sekitar diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama di lingkungan padat bangunan semi-permanen. Kebakaran di Jalan Teuku Umar menjadi pengingat akan pentingnya instalasi listrik yang aman dan akses jalur pemadam yang bebas hambatan. BPBD Banda Aceh juga mengimbau pemilik rumah kos dan bengkel untuk rutin memeriksa kondisi kelistrikan.