BANDA ACEH — Puluhan anak di bawah bimbingan mentor profesional mencoba peran sebagai resepsionis, petugas pemasaran, koki pastry, hingga staf kebersihan kamar. Program yang berlangsung di Ruang Meeting Lampineung itu dirancang agar anak-anak belajar sambil bermain, sekaligus menanamkan nilai disiplin dan tanggung jawab.
Mencicipi Tugas di 8 Departemen Hotel
Setelah mengikuti morning briefing bersama manajemen, para peserta dibagi ke dalam delapan departemen. Mereka mempraktikkan proses check-in dan check-out tamu, menangani keluhan, menyiapkan hidangan di dapur, menghias cupcake, hingga membersihkan kamar hotel. Tak ketinggalan, anak-anak juga belajar tugas keamanan dan kenyamanan lingkungan hotel dari tim engineering.
Carlise (10), peserta asal Banda Aceh, mengaku antusias saat ditempatkan di Departemen Sales and Marketing. “Ini pertama kalinya saya belajar langsung di hotel. Saya jadi tahu bagaimana cara bekerja di bagian pemasaran dan belajar tentang hospitality,” ujarnya. Ia berharap kegiatan serupa terus diadakan agar makin banyak anak mendapat kesempatan serupa.
Manajemen: Tanamkan Disiplin dan Kerja Sama Sejak Dini
General Manager Hermes Palace Hotel Banda Aceh, Budi Syaiful, mengatakan program Junior Hotelier merupakan bagian dari upaya memperkenalkan dunia kerja kepada anak usia dini melalui konsep belajar sambil bermain. “Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, serta pelayanan yang baik. Mereka tidak hanya bermain peran, tetapi juga belajar menghargai setiap profesi di industri perhotelan,” kata Budi dalam keterangannya.
Para orang tua tampak antusias menyaksikan langsung aktivitas putra-putri mereka di setiap departemen. Suasana kegiatan berlangsung meriah, dengan anak-anak mengikuti arahan mentor secara bergantian.
Kolaborasi Sekolah dan Rencana Agenda Rutin
Owner Say Montessori School Aceh, Rita, mengapresiasi kolaborasi dengan Hermes Palace. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana positif bagi anak untuk bereksplorasi sekaligus membangun rasa percaya diri sejak dini. Ia berharap program Junior Hotelier dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak anak mendapat pengalaman langsung mengenal berbagai profesi.
Melihat antusiasme peserta dan dukungan orang tua, manajemen hotel berencana menjadikan Junior Hotelier sebagai agenda rutin. Program ini diharapkan tidak hanya menjadi wadah edukasi bagi anak-anak, tetapi juga memperkenalkan hotel sebagai ruang belajar yang ramah, inspiratif, dan menyenangkan bagi generasi muda.