Pencarian

BPMA dan Medco E&P Malaka Optimalkan Dua Sumur di WK A Aceh, Tambah Potensi Gas 7 MMSCFD

Senin, 03 Agustus 2026 • 19:48:01 WIB
BPMA dan Medco E&P Malaka Optimalkan Dua Sumur di WK A Aceh, Tambah Potensi Gas 7 MMSCFD
Optimasi dua sumur di WK A Aceh oleh BPMA dan Medco E&P Malaka berhasil menambah potensi gas sekitar 7 MMSCFD.

BANDA ACEH — Upaya peningkatan produksi migas di Aceh kembali menunjukkan hasil. Optimasi dua sumur eksisting di WK A, yang dikelola Medco E&P Malaka, berhasil mengembalikan potensi aliran gas dari dua formasi berbeda. Tambahan pasokan ini diharapkan segera berkontribusi terhadap target produksi gas nasional.

Kepala Divisi Operasi Produksi BPMA, Ibnu Hafizh, menyampaikan bahwa pekerjaan pada Sumur JR-74 telah rampung melalui serangkaian tahapan teknis bawah permukaan. Hasilnya, dua zona pada Formasi Upper Keutapang (UK-4 dan UK-5) berhasil dialirkan ke permukaan.

“Hasil pekerjaan menunjukkan kedua zona berhasil mengalirkan gas ke permukaan dengan performa yang sangat baik. Berdasarkan evaluasi teknis, pekerjaan ini berhasil mengembalikan potensi produksi gas dari Formasi UK-4 dan UK-5 dengan estimasi tambahan produksi sekitar 5 MMSCFD,” ujar Ibnu Hafizh dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).

Estimasi Tambahan Produksi dari Sumur JR-38A

Kemajuan serupa juga dicapai pada Sumur JR-38A yang berlokasi di WK A. Kegiatan workover yang dimulai pada 18 Juli 2026 itu difokuskan pada interval produksi Formasi BB Sand di kedalaman 2.122–2.133 kaki. Setelah proses perforasi dan pemasangan rangkaian dual completion, sumur berhasil mengalirkan gas dengan estimasi potensi produksi sekitar 2 MMSCFD.

Pada 30 Juli 2026, tim juga melakukan injectivity test pada zona injeksi dengan hasil laju injeksi sebesar 3,2 bpm pada pumping pressure 1.000 psi. Sementara itu, pekerjaan workover menggunakan rig telah dinyatakan rampung pada 1 Agustus 2026.

Sinergi BPMA dan Medco untuk Ketahanan Energi

Keberhasilan ini disebut sebagai bukti sinergi antara BPMA dan KKKS Medco E&P Malaka dalam mengoptimalkan aset yang sudah ada. Pendekatan ini dinilai lebih efisien dibandingkan mengebor sumur baru, terutama dalam menjaga keberlanjutan produksi di lapangan tua.

“Melalui penerapan teknologi, pelaksanaan operasi yang mengedepankan aspek keselamatan, serta kolaborasi yang berkelanjutan, tambahan potensi produksi sekitar 7 MMSCFD dari kedua sumur tersebut diharapkan segera terealisasi,” jelas Ibnu.

Tahapan selanjutnya, kedua sumur akan menjalani well test untuk mengonfirmasi laju produksi aktual masing-masing zona. Setelah itu, sumur akan dipersiapkan memasuki tahap produksi penuh.

Follow iniaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sagoetv.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks