BANDA ACEH — Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, memimpin langsung rapat koordinasi persiapan Festival Kemerdekaan Pasar Atjeh 2026 di Pendopo Wali Kota, Minggu (2/8/2026). Rapat ini dihadiri Sekretaris Daerah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, serta jajaran OPD terkait seperti Diskopukmdag, Disnaker, Dishub, Diskominfotik, dan Dinas Syariat Islam.
Festival yang berlangsung selama sepekan ini dirancang sebagai ruang interaksi berbasis pembayaran digital yang mempertemukan pedagang, konsumen, pelaku UMKM, dan ekonomi kreatif. Pemko Banda Aceh ingin mendorong percepatan transaksi non-tunai di pasar tradisional agar tercipta ekosistem perdagangan yang lebih modern dan efisien.
Diskon 17-45 Persen dan Mekanisme Kupon Doorprize
Selama festival berlangsung, pengunjung bisa menikmati potongan harga spesial Kemerdekaan sebesar 17 persen dan 45 persen di sejumlah tenant. Kupon undian doorprize diberikan bagi pengunjung yang berbelanja minimal Rp50 ribu menggunakan metode pembayaran QRIS, berlaku untuk setiap kelipatan transaksi yang memenuhi syarat.
“Festival ini diharapkan menjadi momentum untuk menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan sekaligus meningkatkan geliat perdagangan dan kunjungan masyarakat ke Pasar Atjeh,” ujar Illiza dalam arahannya.
Agenda Pendukung: Kompetisi Video hingga Fashion Show
Panitia menyiapkan beragam agenda pendukung untuk menarik minat pengunjung. Beberapa di antaranya adalah kompetisi video kreatif dan reels, bazar UMKM, aktivasi QRIS, barista competition, serta fashion show bertema keberagaman.
Puncak acara akan dimeriahkan dengan pengundian doorprize dan malam penutupan yang dirangkai dengan pemberian penghargaan kepada para peserta dan pelaku usaha yang berpartisipasi.
Target 15.000 Pengunjung dan Dampak Ekonomi Lokal
Illiza menargetkan kegiatan ini mampu menarik sekitar 10.000 hingga 15.000 pengunjung selama sepekan pelaksanaan. Target tersebut diharapkan menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di kawasan Pasar Atjeh yang selama ini menjadi salah satu pusat perdagangan tradisional di ibu kota Provinsi Aceh.
“Semoga event ini berjalan sesuai harapan kita bersama dan mampu membawa manfaat bagi seluruh masyarakat Banda Aceh, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan pemberdayaan UMKM,” pungkasnya.