JAKARTA — Pemerintah Aceh mencatat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayahnya menyebabkan kerusakan pada lahan pertanian yang luas. Berdasarkan pendataan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Azanuddin Kurnia, sekitar 57.485 hektare sawah terdampak, dan proses optimalisasi telah berjalan di 40.852 hektare.
Sektor perkebunan juga mengalami kerusakan signifikan, dengan dampak mencapai 50.438 hektare. Dari jumlah tersebut, pemulihan yang sedang berlangsung baru mencakup 10.418 hektare.
Dukungan Pusat untuk Percepatan Rehabilitasi
Dalam audiensi di Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2026), Mualem menyampaikan kebutuhan ini langsung kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Ia menegaskan pemulihan sektor pertanian menjadi langkah penting agar masyarakat terdampak dapat kembali memanfaatkan lahannya dan memulihkan perekonomian.
“Kami membutuhkan dukungan Bapak Menteri untuk pemulihan lahan pertanian di Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi,” kata Mualem dalam pertemuan tersebut.
Bentuk Bantuan: Alsintan Hingga Bibit Kopi Unggul
Menteri Amran merespons dengan menyatakan Kementan akan mengawal rehabilitasi sawah terdampak melalui sejumlah program. Dukungan tersebut mencakup cetak sawah kembali, optimalisasi lahan, perbaikan jaringan irigasi, serta penyerahan alat dan mesin pertanian (alsintan) dan benih padi gratis bagi petani.
“Supaya masyarakat Aceh yang terdampak bencana bisa memanfaatkan lahan pertaniannya kembali, sehingga mereka bisa mengembangkan pertumbuhan perekonomiannya,” ujar Mualem.
Perhatian Khusus untuk Perkebunan Kopi di Dataran Tinggi
Komitmen dukungan juga diberikan untuk sektor perkebunan, khususnya komoditas kopi di wilayah dataran tinggi Aceh. Tanaman kopi yang rusak akibat erosi dan longsor akan direhabilitasi dan diremajakan melalui penyediaan bibit unggul, pupuk, serta pendampingan teknis untuk mengembalikan produktivitas.
Amran memastikan tim teknis Kementan akan diterjunkan langsung ke wilayah terdampak untuk memantau proses rekonstruksi lahan secara bertahap. Sebelumnya, ia juga telah memantau langsung sejumlah lahan pertanian yang terdampak bencana di Aceh.
Apresiasi atas Gerak Cepat Kementan
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, menyampaikan bahwa Mualem turut memberikan apresiasi kepada Kementan atas gerak cepat dalam membantu pemulihan sektor pertanian di Aceh. Harapannya, dukungan serupa dapat terus berlanjut untuk memulihkan lahan yang rusak maupun hilang.
Dalam pertemuan itu, Mualem didampingi Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Jamaluddin, Staf Khusus Gubernur Aceh T Irsyadi, serta Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh Said Marzuki.