Pencarian

Rp 2,5 Triliun Mengalir untuk Pertanian Aceh Pascabencana, Ini Rincian dan Mekanismenya

Kamis, 06 Agustus 2026 • 12:33:31 WIB
Rp 2,5 Triliun Mengalir untuk Pertanian Aceh Pascabencana, Ini Rincian dan Mekanismenya
Petani memeriksa kondisi sawah terdampak bencana di Aceh, Selasa (5/8/2026).

BANDA ACEH — Kejelasan mengenai aliran anggaran pemulihan pertanian pascabencana di Aceh akhirnya diungkap ke publik. Dari total alokasi sekitar Rp 2,5 triliun, hanya Rp 515 miliar yang dikelola oleh satker provinsi dan kabupaten/kota, sementara sisanya sebesar Rp 2 triliun berada di satker pusat dan balai di bawah Kementerian Pertanian.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, menyampaikan bahwa anggaran Rp 2 triliun tersebut digunakan untuk pengadaan alat mesin pertanian serta pembibitan, termasuk bibit padi dan jagung. Provinsi dan kabupaten/kota hanya menerima manfaat berupa barang dari Kementan.

Anggaran Bukan Transfer Dana ke Kas Daerah

Nurlis menegaskan bahwa alokasi tersebut bukanlah transfer dana ke kas Pemerintah Aceh maupun kabupaten/kota. Anggaran berada pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) dan direalisasikan melalui program serta kegiatan yang langsung dirasakan petani.

“Pernyataan Bapak Menteri mendapat perhatian luas dari masyarakat sehingga Pemerintah Aceh merasa perlu memberikan penjelasan mengenai mekanisme pelaksanaan program tersebut agar tidak menimbulkan persepsi yang berbeda,” kata Nurlis di Banda Aceh, Selasa (5/8/2026).

Penjelasan ini muncul setelah pernyataan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman soal dukungan pemulihan sawah dan kebun pascabencana ramai diperbincangkan. Pemerintah Aceh menilai substansi pernyataan menteri benar, namun mekanisme penganggarannya perlu dipahami publik.

Serapan Rp 515 Miliar Baru Capai 47,8 Persen

Untuk kegiatan optimalisasi lahan dan rehabilitasi sawah seluas 40.000 hektare yang dananya berada di satker provinsi dan kabupaten/kota, realisasi anggarannya baru mencapai 47,8 persen dari Rp 515 miliar per 3 Agustus 2026.

“Berdasarkan informasi yang diterima Pemerintah Aceh dari Kementerian Pertanian pada 23 Juli 2026, sekitar Rp 2 triliun dialokasikan melalui satuan kerja pusat dan Balai di bawah Kementerian Pertanian,” ujar Nurlis.

Kerusakan Sawah Capai 57.485 Hektare

Data terbaru dari Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Azanuddin Kurnia, mencatat lahan sawah terdampak bencana mencapai 57.485 hektare. Rinciannya, rusak ringan 27.437 hektare, rusak sedang 13.651 hektare, rusak berat 16.276 hektare, dan sawah hilang 120 hektare.

Saat ini, optimasi lahan dan rehabilitasi untuk kategori rusak ringan dan sedang sudah berjalan di 40.852 hektare. Kegiatan ini dilaksanakan Kementan bersama Distanbun Aceh dan dinas kabupaten/kota yang terdampak.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menyampaikan apresiasi langsung kepada Menteri Amran saat berkunjung ke kediamannya di Jakarta, Selasa (4/8/2026). Dukungan ini dinilai krusial untuk mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabencana di Aceh.

Follow iniaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: nukilan.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks