LHOKSEUMAWE — Puluhan personel Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Aceh menyisir Desa Jeulikat, Desa Lhok Mon Puteh, dan Desa Blang Poroh pada Rabu (5/8/2026). Mereka tidak hanya berpatroli, tetapi juga berdialog dari rumah ke rumah untuk memastikan setiap lingkungan warga turut meriah dalam peringatan kemerdekaan tahun ini.
Di sela kunjungannya, petugas menemukan sejumlah rumah yang belum memasang bendera maupun yang atributnya sudah pudar dan robek. Warga pun diajak untuk segera menggantinya dengan bendera baru yang layak.
Bukan Sekadar Tradisi, tapi Wujud Cinta Tanah Air
Komandan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Aceh, Kompol Muzakkir, S.H., menegaskan bahwa pengibaran bendera selama bulan Agustus memiliki makna lebih dalam dari sekadar seremonial tahunan.
"Mengibarkan Bendera Merah Putih bukan hanya sebuah tradisi, tetapi juga wujud nyata rasa cinta tanah air, penghormatan kepada jasa para pahlawan, serta komitmen kita dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," ujarnya.
Menurutnya, momen HUT Ke-81 ini harus menjadi pengingat perjuangan sekaligus perekat semangat kebangsaan di tengah masyarakat.
Membangun Kedekatan Polri dengan Warga
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan desa yang rutin digelar Brimob Polda Aceh. Lewat pendekatan sambang, pihaknya berharap hubungan antara aparat dan masyarakat kian erat.
Kompol Muzakkir berharap semangat kemerdekaan terus tumbuh sehingga tercipta lingkungan yang aman dan tertib. "Kami ingin mempererat hubungan Polri dan masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif," pungkasnya.
Patroli serupa direncanakan berlanjut ke desa-desa binaan lainnya di wilayah hukum Polda Aceh hingga puncak peringatan 17 Agustus mendatang.