LHOKSEUMAWE — Bandara Malikussaleh menjadi pintu masuk pertama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Aceh. Pesawat BAe Avro RJ-85 yang membawa Wapres mendarat sekitar pukul 08.35 WIB, Kamis (6/8/2026).
Setibanya di bandara, rombongan langsung disambut oleh Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., Wakil Gubernur Aceh, Pangdam Iskandar Muda, Kapolda Aceh, serta Kabinda Aceh. Para pejabat daerah dan aparat keamanan itu tampak berjajar menyambut kedatangan Wapres sebelum rombongan melanjutkan perjalanan.
Transit Sebelum Terbang ke Lokasi Banjir
Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Muntasir Ramli, menjelaskan bahwa kedatangan Wapres di Bandara Malikussaleh hanya singgah sementara. Setelah itu, Gibran dijadwalkan terbang menggunakan helikopter kepresidenan menuju sejumlah titik kunjungan kerja di Provinsi Aceh.
“Kedatangan Wakil Presiden di Bandara Malikussaleh hanya untuk transit sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan helikopter kepresidenan menuju sejumlah lokasi kunjungan kerja di Provinsi Aceh,” ujar Muntasir saat dimintai keterangan awak media.
Fokus Pemulihan Pascabanjir dan Infrastruktur
Kunjungan kerja ini merupakan respons langsung pemerintah pusat atas kondisi Aceh pascabanjir. Peninjauan lapangan dilakukan untuk memastikan proses pemulihan wilayah terdampak bencana berjalan cepat dan tepat sasaran.
Muntasir menambahkan, kehadiran Wapres diharapkan memperkuat komitmen pusat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di Aceh. Selain itu, kunjungan ini juga menjadi momentum untuk memastikan program prioritas nasional berjalan sesuai target.
“Peninjauan langsung oleh Wakil Presiden juga menjadi bagian dari upaya memastikan berbagai program prioritas nasional berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Muntasir.
Bandara Malikussaleh Jadi Titik Kedatangan dan Kepulangan
Bandara Malikussaleh dipilih sebagai titik awal sekaligus akhir perjalanan Wapres selama berada di Aceh. Hal ini menunjukkan kesiapan infrastruktur bandara yang dikelola Pemerintah Aceh Utara dalam melayani penerbangan kenegaraan.
Kedatangan Wapres di Aceh kali ini menjadi perhatian publik, terutama bagi warga yang terdampak banjir. Mereka berharap kunjungan tersebut membawa dampak nyata bagi percepatan pemulihan dan perbaikan infrastruktur di daerahnya.