Pencarian

16 Kejadian Angin Kencang di 8 Kecamatan Aceh Besar, 7 Rumah Warga Rusak dan 8 Pohon Tumbang

Jumat, 07 Agustus 2026 • 17:28:45 WIB
16 Kejadian Angin Kencang di 8 Kecamatan Aceh Besar, 7 Rumah Warga Rusak dan 8 Pohon Tumbang
Petugas BPBD membersihkan pohon tumbang yang menghambat akses jalan di Aceh Besar akibat angin kencang.

KOTA JANTHO — Tujuh unit rumah warga dan satu ruko rusak diterjang angin kencang yang melanda delapan kecamatan di Aceh Besar. Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Aceh Besar mencatat total 16 kejadian hingga Kamis (06/08/2026) pukul 16.00 WIB.

Bencana hidrometeorologi yang berlangsung sejak 4 Agustus itu juga menyebabkan delapan titik pohon tumbang yang sempat menghambat lalu lintas, termasuk di ruas Jalan Nasional Banda Aceh–Medan. Sejumlah jalan penghubung antargampong ikut terganggu.

Wilayah Terdampak dan Kerusakan yang Tercatat

Delapan kecamatan yang terdampak meliputi Indrapuri, Lhoong, Baitussalam, Peukan Bada, Darul Imarah, Sukamakmur, Ingin Jaya, dan Krueng Barona Jaya. Sebanyak 14 gampong dilaporkan mengalami kerusakan.

Kerusakan atap rumah warga terjadi di Lampanah Tunong, Meunasah Lhok, Khaju, Baet, Geu Gajah Mata Ie, dan Payatieng. Sementara pohon tumbang dilaporkan di Sibreh Keumudee, Reuloh, Aneuk Glee, Lam Awee, dan Rumpet.

Respons Cepat: Pembersihan dan Pendataan Berjalan

BPBD Aceh Besar bersama Damkar, TKSK Dinas Sosial, TNI, Polri, dan masyarakat langsung turun membersihkan pohon tumbang serta membuka akses jalan yang sempat tertutup. Pendataan kerusakan bangunan juga dilakukan untuk penanganan lanjutan.

Hingga laporan terakhir, tidak ada korban jiwa dalam rangkaian kejadian tersebut. Namun BPBD mengingatkan potensi angin kencang masih bisa terjadi secara tiba-tiba pada siang, sore, maupun malam hari.

Instruksi Bupati: Keselamatan Warga Prioritas Utama

Bupati Aceh Besar H Muharram Idris memimpin langsung rapat siaga di Pos Induk Damkar BPBD Aceh Besar, Sibreh, Kecamatan Sukamakmur, Kamis (06/08/2026). Rapat digelar sebagai tindak lanjut meningkatnya kejadian bencana yang merusak rumah warga dan mengganggu akses transportasi.

Muharram meminta seluruh perangkat daerah, BPBD, Dinas Sosial, dan instansi terkait tetap siaga agar setiap laporan masyarakat dapat ditangani secara cepat.

"Keselamatan masyarakat adalah yang utama, seluruh personel harus tetap siaga dan memperkuat koordinasi di lapangan sehingga setiap kejadian dapat segera ditangani. Kita juga harus memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik selama kondisi cuaca ekstrem ini," ujar Muharram.

Kesiapan Peralatan dan Personel Penanggulangan Bencana

Pemkab Aceh Besar memastikan seluruh personel dan peralatan penanggulangan bencana tetap disiagakan. Langkah ini diambil untuk memberikan respons cepat apabila cuaca ekstrem kembali terjadi di wilayah tersebut.

Masyarakat diminta tetap waspada meski kondisi cuaca terlihat normal. Angin kencang di Aceh Besar dapat muncul sewaktu-waktu tanpa pola yang jelas.

Follow iniaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: waspada.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks