BIREUEN — Perempuan yang ditemukan turun dari truk tronton di Jalan Nasional Banda Aceh–Medan, Kecamatan Kutablang, itu kini masih menjalani perawatan intensif di UPIP RSUD dr. Fauziah Bireuen. Pihak rumah sakit memberinya nama Martini hanya untuk kebutuhan administrasi, sementara asal-usul dan keluarganya hingga kini belum diketahui.
Kepala UPIP RSUD dr. Fauziah Bireuen, Maulida, menjelaskan bahwa kondisi Martini sempat membaik. Pihak rumah sakit bahkan pernah mencoba melepasnya karena dianggap sudah sehat. Namun, upaya itu gagal karena perempuan tersebut tidak tahu harus pulang ke mana.
“Jika bicaranya normal, ia sering menanyakan, ke hotel mana kita,” ujar Maulida, Kamis (6/8/2026).
Kebiasaan Menanggalkan Pakaian Kembali Muncul
Setelah keluar dari rumah sakit, kebiasaan Martini menanggalkan seluruh pakaiannya kembali muncul. Ia berjalan kaki di sepanjang jalan tanpa mengenakan pakaian dan tampak tidak merasa bermasalah dengan kondisinya. Warga yang melihat langsung mengamankannya dan membawanya kembali ke UPIP RSUD dr. Fauziah Bireuen untuk dirawat lagi.
Perilaku serupa juga menjadi alasan awal warga membawanya ke rumah sakit jiwa. Saat pertama kali ditemukan di Kecamatan Kutablang, Martini terlihat seperti perempuan pada umumnya, tetapi memiliki kebiasaan berjalan sambil menanggalkan pakaian.
Identifikasi Lewat Sidik Jari dan Foto Retina Belum Membuahkan Hasil
Selama hampir dua tahun perawatan, pihak rumah sakit telah berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bireuen untuk mengungkap identitas Martini. Berbagai upaya identifikasi telah dilakukan, termasuk pemindaian sidik jari dan pemotretan urat selaput mata bagian dalam (retina).
Namun, seluruh proses tersebut belum membuahkan hasil karena data identitas perempuan berkulit putih itu tidak ditemukan dalam sistem kependudukan. Hingga kini, tidak ada seorang pun yang datang mengaku sebagai keluarga ataupun kerabatnya.
Rumah Sakit Imbau Keluarga yang Kehilangan Anggota Segera Datang
Pihak UPIP RSUD dr. Fauziah Bireuen mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri seperti Martini agar segera datang langsung ke unit pelayanan kesehatan jiwa tersebut. Kehadiran keluarga dibutuhkan untuk proses penjemputan sekaligus membantu identifikasi lebih lanjut.
Maulida menambahkan, kondisi Martini saat ini stabil dan terus dipantau oleh tim medis. Namun, kepastian mengenai identitas dan keberadaan keluarga menjadi kunci utama agar perempuan tersebut bisa mendapatkan perawatan lanjutan yang tepat atau dipulangkan ke kampung halamannya.