Pencarian

71 Mualaf Diundang Pembinaan di Abdya, 63 Hadir dan Terima Modal Usaha Lewat APBK Perubahan 2026

Minggu, 09 Agustus 2026 • 00:02:31 WIB
71 Mualaf Diundang Pembinaan di Abdya, 63 Hadir dan Terima Modal Usaha Lewat APBK Perubahan 2026
Sebanyak 63 mualaf mengikuti pembinaan yang digelar Baitul Mal Kabupaten Aceh Barat Daya di Blangpidie.

BLANGPIDIE — Sebanyak 63 dari 71 mualaf yang diundang pemerintah daerah menghadiri pembinaan yang digelar Baitul Mal Kabupaten (BMK) Aceh Barat Daya (Abdya). Mereka berkumpul di Aula Tgk. Dikila, Bapperida Abdya, untuk mengikuti rangkaian materi yang mencakup penguatan keimanan hingga pelatihan kewirausahaan.

Ketua BMK Abdya Tgk. Syamsul Qamar menegaskan, pembinaan terhadap mualaf tidak berhenti pada aspek spiritual semata. Menurutnya, pendampingan harus menyentuh sektor ekonomi agar keluarga mualaf bisa mandiri dan tidak merasa berjalan sendiri setelah berpindah keyakinan.

Bantuan Modal Usaha Masuk APBK Perubahan 2026

Skema pemberdayaan ekonomi para mualaf di Abdya mulai mendapat tempat di anggaran daerah. BMK Abdya akan mengalokasikan dana santunan sekaligus bantuan modal usaha melalui APBK Perubahan 2026.

Staf Ahli Nazaruddin yang membacakan sambutan Wakil Bupati Abdya Zaman Akli menyebut, pemberian bantuan tidak boleh berhenti pada santunan konsumtif. Bantuan tersebut perlu diarahkan menjadi keterampilan dan modal usaha yang bisa meningkatkan taraf hidup keluarga mualaf secara berkelanjutan.

Sentra Mualaf Direncanakan Dibangun 2027

Pemkab Abdya tidak berhenti pada program tahun berjalan. Bupati Abdya Safaruddin disebut memiliki komitmen kuat untuk memperkuat pemberdayaan keluarga mualaf, salah satunya dengan rencana pembangunan Sentra Mualaf pada 2027.

“Bupati akan memberikan perhatian penuh, terutama terkait kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi keluarga mualaf,” kata Syamsul Qamar di sela-sela kegiatan.

Pendampingan Berkelanjutan dan Penerimaan Lingkungan

Nazaruddin menambahkan, proses setelah seseorang menjadi mualaf tidak berhenti pada perubahan keyakinan. Mereka tetap membutuhkan pendampingan dari pemerintah, ulama, dan masyarakat sekitar agar transisi kehidupan baru terasa ringan.

“Proses setelah seseorang menjadi mualaf tidak berhenti pada perubahan keyakinan semata. Mereka tetap membutuhkan pendampingan berkelanjutan dan penerimaan yang hangat dari lingkungan sekitar,” ujarnya.

Ia mengimbau para mualaf untuk terus memperdalam ilmu agama, meningkatkan ibadah, serta berkonsultasi dengan ulama atau guru agama yang terpercaya.

Tiga Materi Pembekalan: Aqidah hingga Kiat Usaha

Peserta mendapatkan pembekalan dari tiga narasumber dengan fokus berbeda. Dewan Pengawas Baitul Mal Abdya Tgk. Muhammad Maimun menyampaikan materi penguatan aqidah dan keagamaan.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Abdya Zedi Saputra memberikan materi tentang strategi membangun usaha serta akses pendampingan modal dari pemerintah. Sementara itu, perwakilan Kadin Abdya Elizar Lizam memberikan motivasi dan kiat berwirausaha bagi para peserta.

Pada akhir kegiatan, BMK Abdya menyerahkan cenderamata berupa mukena dan kain sarung kepada peserta untuk menunjang kebutuhan ibadah sehari-hari.

Follow iniaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dialeksis.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks