Pencarian

SMSI Aceh Temui Kak Na, Bahas Peran Media Awasi Pemulihan Warga Pascabencana di Bener Meriah

Selasa, 11 Agustus 2026 • 13:02:31 WIB
SMSI Aceh Temui Kak Na, Bahas Peran Media Awasi Pemulihan Warga Pascabencana di Bener Meriah
Ketua SMSI Aceh, Aldin NL, menyatakan kesiapan organisasinya mendorong media anggota memberitakan pemulihan pascabencana secara faktual dan konstruktif.

BANDA ACEH — Ketua SMSI Aceh, Aldin NL, mengatakan organisasinya siap mendorong media anggota untuk terus memberitakan persoalan masyarakat secara faktual dan konstruktif. Menurutnya, isu pemulihan pascabencana memiliki keterkaitan erat dengan kerja TP-PKK yang bersentuhan langsung dengan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga.

“Media tidak hanya hadir ketika bencana terjadi, tetapi juga perlu mengawal proses pemulihan. Kondisi masyarakat dan kebutuhan mereka harus terus menjadi perhatian,” ujar Aldin dalam keterangan yang diterima Komparatif.ID.

Delapan Bulan Pascabanjir, Belajar di Sekolah Darurat

Marlina Muzakir, yang akrab disapa Kak Na, menceritakan pengalamannya turun langsung ke sejumlah wilayah terdampak. Ia melihat sendiri kondisi perempuan, anak-anak, dan keluarga yang masih menghadapi situasi sulit setelah bencana.

Saat mengunjungi Kampung Blang Rakal, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah pada Juli 2026, siswa SD Negeri Uning Mas masih menjalani kegiatan belajar di sekolah darurat. Padahal, bencana banjir besar telah melanda Aceh pada November 2025.

Menurut Kak Na, kondisi itu membuktikan pemulihan pascabencana membutuhkan perhatian berkelanjutan. Masyarakat tidak hanya butuh bantuan saat masa darurat, tetapi juga dukungan untuk memulihkan pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kehidupan keluarga.

Terjebak Banjir Dua Hari Saat Salurkan Bantuan

Pengalaman di lapangan membuat istri Pj Gubernur Aceh ini merasakan langsung sulitnya situasi yang dihadapi warga. Saat banjir besar November 2025, rombongannya sempat terjebak banjir selama dua hari karena akses jalan terputus dalam perjalanan kembali dari penyaluran bantuan.

“Kondisi tersebut membuat Marlina melihat langsung sulitnya situasi yang dihadapi warga, terutama perempuan dan anak-anak yang membutuhkan bantuan,” demikian penjelasan yang disampaikan dalam audiensi tersebut.

Media Jadi Jembatan Informasi Pemulihan

Kak Na menilai media memiliki peran penting untuk menyampaikan kondisi riil di lapangan kepada publik. Dengan begitu, persoalan yang dihadapi masyarakat tidak hilang dari perhatian setelah masa tanggap darurat berakhir.

SMSI sendiri merupakan organisasi perusahaan media siber sekaligus konstituen Dewan Pers. Saat ini, SMSI menaungi lebih dari 3.000 perusahaan media di Indonesia, termasuk lebih dari 40 perusahaan media di Aceh.

Audiensi tersebut dihadiri Bendahara SMSI Aceh Sulaiman, Wakil Ketua Muhammad Hamzah, serta anggota Muhammad Saman.

Follow iniaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: komparatif.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks