BANDA ACEH — Warga Banda Aceh yang memegang KTP lokal bisa membeli paket kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang berlangsung dua hari. Setiap paket berisi beras premium 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, gula 2 kilogram, dan telur satu papan dengan total tebusan Rp 168.000.
Program ini merupakan bagian dari upaya Pemko Banda Aceh menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan, sekaligus menekan inflasi dari sektor pangan di ibu kota Provinsi Aceh.
Dua Lokasi GPM: Masjid Dianjong dan Bapperis Peuniti
Gelombang pertama digelar pada Kamis, 13 Agustus 2026 di Masjid Dianjong Pelanggahan. Hari berikutnya, Jumat, 14 Agustus 2026, kegiatan berpindah ke Bapperis Peuniti.
Masing-masing lokasi menyediakan 1.000 paket. Syarat untuk membeli adalah menunjukkan KTP Banda Aceh, tanpa pengecualian bagi warga luar kota.
Isi Paket dan Rincian Harga di Bawah Pasar
Pemkot menjual paket ini dengan komponen harga yang lebih rendah dibandingkan harga eceran di pasaran. Beras premium 5 kilogram dibanderol Rp 60.000, minyak goreng SunCo 2 liter Rp 33.000, gula 2 kilogram Rp 30.000, dan telur satu papan Rp 40.000.
"Jadi, satu paket pangan murahnya itu warga kota cukup bayar Rp 168.000 per paket," kata Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Kota Banda Aceh, Iskandar, dalam keterangan tertulis, Senin (11/8/2026).
Target: Redam Inflasi dan Jaga Daya Beli Warga
Iskandar menyebut kegiatan ini dirancang untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Inisiatif ini juga menjadi instrumen pemerintah daerah dalam mengendalikan laju inflasi menjelang momen puncak perayaan kemerdekaan.
Dengan menyediakan bahan pangan pokok di bawah harga pasar, Pemko Banda Aceh berharap daya beli warga tetap terjaga dan distribusi barang kebutuhan tidak terganggu.