ACEH TIMUR — Video berdurasi pendek yang memperlihatkan kobaran api membesar di tengah kawasan pepohonan menjadi perbincangan hangat warga Aceh Timur pada Kamis pagi. Dalam rekaman yang beredar, terlihat jelas kepulan asap tebal membumbung tinggi dan menerangi langit malam yang gelap, sementara sejumlah warga tampak menyaksikan peristiwa tersebut dari kejauhan untuk alasan keamanan.
Peristiwa tersebut disebut terjadi di kawasan sumur minyak tradisional Desa Semali, Kecamatan Ranto Peureulak, sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Belum ada konfirmasi resmi dari instansi terkait mengenai apakah titik api berada tepat di mulut sumur atau justru di fasilitas pengolahan minyak mentah milik warga.
Warga Diminta Jauhi Lokasi Kebakaran
Dari keterangan yang terekam dalam video amatir, terlihat beberapa warga hanya bisa pasrah menyaksikan dari kejauhan. Mereka tampak tidak berani mendekat karena khawatir terjadi ledakan susulan, mengingat lokasi tersebut merupakan area dengan potensi gas dan minyak yang mudah terbakar.
Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan resmi mengenai adanya korban jiwa maupun warga yang terluka akibat insiden kebakaran tersebut. Data mengenai jumlah sumur yang terdampak dan estimasi kerugian material juga masih belum bisa dipastikan.
Penyebab Kebakaran Masih Misteri
Informasi yang dihimpun di Aceh Timur, Kamis, menyebutkan bahwa dugaan awal penyebab kebakaran masih belum diketahui. Pihak kepolisian dan instansi terkait di Kabupaten Aceh Timur dikabarkan telah mendapat informasi dan sedang melakukan pengecekan serta penanganan di lokasi kejadian.
Kawasan Ranto Peureulak sendiri dikenal sebagai salah satu sentra sumur minyak tradisional atau tambang minyak rakyat yang dikelola warga secara turun-temurun. Aktivitas pengeboran dan pengolahan minyak di daerah tersebut kerap kali menimbulkan risiko kebakaran, terutama jika prosedur keselamatan kerja tidak dijalankan dengan ketat.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan video atau informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Sembari menunggu keterangan resmi, warga diminta menjauhi area terdampak demi keselamatan bersama.