BIREUEN — Semangat kemerdekaan terlihat di wilayah terpencil perbatasan Kabupaten Bireuen dan Bener Meriah. UPTD SDN 19 Juli, Desa Suka Tani, KM 33, Kecamatan Juli, sukses menggelar rangkaian perlombaan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.
Kegiatan berlangsung meriah di Lapangan Sepak Bola Suka Tani selama dua hari, 12-13 Agustus 2026. Para peserta didik tampak antusias mengikuti setiap lomba, sementara para guru, orang tua, dan masyarakat setempat memberikan dukungan penuh dari tepi lapangan.
Lomba untuk Semua Kalangan
Panitia menyiapkan beragam perlombaan yang disesuaikan dengan kelompok usia. Untuk peserta didik kelas 1, 2, dan 3, digelar lomba lari bawa kelereng atau balap kelereng. Sementara kelas 4, 5, dan 6 bertanding dalam lomba lari balap karung.
Puncak acara menjadi milik para orang tua. Lomba tarik tambang spesial mempertemukan antar wali murid dalam suasana penuh kehangatan dan tawa.
Doorprize Sepeda dan Hadiah Hiburan
Seluruh peserta didik berkesempatan memenangkan doorprize dengan hadiah utama satu unit sepeda. Puluhan hadiah hiburan menarik lainnya juga disiapkan panitia untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan tahun ini.
Peran Komite Sekolah dan Warga
Kepala UPTD SDN 19 Juli, Ismadi, S.Pd, mengatakan kegiatan tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Pihak sekolah tidak masuk dalam kepanitiaan, melainkan komite sekolah dan warga setempat yang bertindak sebagai panitia penyelenggara.
"Sementara pihak sekolah tidak masuk dalam kepanitiaan," ujar Ismadi, Kamis (13/8/2026).
Menurut Ismadi, kegiatan ini bertujuan memupuk semangat nasionalisme dan mengenalkan jasa para pejuang kepada peserta didik. Ia berharap hubungan antara warga sekolah dan masyarakat sekitar semakin erat, rukun, harmonis, dan mendukung kemajuan peserta didik secara bersama-sama.
Dukungan dari Berbagai Pihak
Ismadi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pimpinan PT Blang Ketumba, Anggota DPRK Dapil Bireuen 6 (Kecamatan Juli dan Jeumpa) Rosnawati, serta Sufyannur yang akrab disapa Waled Yan. Dukungan juga datang dari komite sekolah, wali murid, perangkat desa, unsur kepemudaan, warga setempat, dan dewan guru. (Hermanto)