BANDA ACEH — Lonjakan harga semen hingga Rp120 ribu per sak di tingkat toko memicu desakan keras dari DPRK Aceh. Komisi III DPRA menilai persoalan ini tidak bisa dianggap sepele karena berdampak langsung pada biaya pembangunan rumah warga dan proyek infrastruktur di tengah meningkatnya kebutuhan material.
Armiyadi menyebut kenaikan harga sudah dirasakan masyarakat di sejumlah kabupaten/kota. Namun, ia menegaskan dugaan adanya permainan harga di tingkat distributor masih harus dibuktikan dengan data dan pemeriksaan lapangan.
“Yang pasti di tingkat toko sudah terjadi kenaikan harga. Kalau di distributor apakah ada permainan harga atau tidak, itu harus diperiksa lagi. Pemerintah harus memastikan persoalan ini selesai secara menyeluruh,” ujar Armiyadi, Selasa (11/8/2026).
Fasilitas Produksi Ada di Lhoknga, Harga Justru Lebih Mahal dari Medan
Ironisnya, Aceh sebenarnya memiliki pabrik semen sendiri melalui Pabrik Semen Lhoknga yang dikelola PT Solusi Bangun Andalas (SBA). Keberadaan fasilitas produksi ini seharusnya mampu menjaga stabilitas harga di pasar lokal.
Kondisi ini kian menjadi sorotan karena harga semen di sejumlah wilayah Aceh justru disebut lebih tinggi dibandingkan Medan. Padahal, jarak distribusi ke ibukota Sumatera Utara tersebut relatif lebih jauh dari lokasi pabrik.
Mengapa Kenaikan Harga Tidak Boleh Didiamkan?
Politisi PKS tersebut menilai kenaikan harga semen akan berlipat ganda dampaknya. Saat ini kebutuhan material tengah meningkat seiring pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih), proyek infrastruktur, serta proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di Aceh.
“Jangan sampai masyarakat hanya melihat harga sudah tinggi, tetapi tidak tahu penyebabnya. Pemerintah harus memastikan apakah kenaikan itu karena pasokan, distribusi atau faktor lainnya. Kalau memang ada permainan harga, harus ditindak,” tegasnya.
Desakan Tindakan Tegas untuk Distributor Nakal
Armiyadi mendesak pemerintah dan perusahaan terkait untuk tidak sekadar memberikan teguran bila terbukti ada pelanggaran tata niaga. Ia meminta sanksi tegas dijatuhkan kepada pihak yang terbukti bermain harga, mengingat keluhan serupa sudah beberapa kali muncul dari masyarakat.
“Kalau nanti terbukti ada permainan harga di distributor, perusahaan harus mengambil tindakan. Jangan hanya memberikan teguran biasa, karena persoalan ini sudah beberapa kali dikeluhkan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, pengawasan harus dilakukan secara transparan agar masyarakat memperoleh kepastian harga sekaligus ketersediaan barang. “Persoalan semen ini jangan dibiarkan menjadi masalah berulang. Pemerintah harus hadir memastikan tata niaga berjalan sehat sehingga masyarakat tidak terus-menerus menanggung mahalnya biaya pembangunan,” pungkasnya.