Pencarian

Jelang HUT RI ke-81, Kemenag Aceh Besar Terjunkan 20 Penyuluh Agama ke Pulo Aceh untuk Pembinaan Remaja

Jumat, 14 Agustus 2026 • 17:18:01 WIB
Jelang HUT RI ke-81, Kemenag Aceh Besar Terjunkan 20 Penyuluh Agama ke Pulo Aceh untuk Pembinaan Remaja
Dua puluh penyuluh agama Kemenag Aceh Besar diterjunkan ke Pulo Aceh untuk memberikan pembinaan keagamaan bagi pelajar dan masyarakat setempat.

ACEH BESAR — Sebanyak 20 penyuluh agama dari Kemenag Aceh Besar dikerahkan ke Pulo Aceh dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Mereka bergerak selama dua hari, Jumat (14/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026), untuk memberikan layanan keagamaan sekaligus pembinaan bagi pelajar dan masyarakat di gugusan pulau terluar tersebut.

Ketua rombongan, H. Khalid Wardana, menyebut kegiatan ini bagian dari upaya menghadirkan negara di wilayah kepulauan. "Kita ingin anak-anak di Pulo Aceh mendapatkan pembinaan yang sama seperti anak-anak di wilayah lainnya," ujarnya.

Bimbingan Remaja Usia Sekolah di SMAN 1 Pulo Aceh

Salah satu agenda utama tim Bimas Islam berlangsung di SMAN 1 Pulo Aceh, Gampong Alue Reuyeung, Pulo Nasi. Para penyuluh memberikan materi Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang diikuti seluruh siswa.

Materi yang disampaikan mencakup pencegahan pernikahan dini, pemahaman konsep diri, kesiapan mental dan emosional, hingga kesehatan reproduksi. Sesi berlangsung interaktif dengan diskusi dan simulasi pemecahan masalah; siswa yang aktif menjawab mendapatkan bingkisan apresiasi.

Safari Subuh dan Jadi Khatib di Enam Masjid

Kehadiran para penyuluh tidak hanya menyasar kalangan pelajar. Mereka juga berperan sebagai khatib Jumat, imam, penceramah subuh, dan mengisi pengajian bagi kaum ibu serta anak-anak di Pulo Nasi.

Kegiatan safari subuh digelar di sejumlah masjid, di antaranya Masjid Baitul Falah Pasi Janeng, Masjid Nurul Huda Deudap, Masjid Babut Taqwa Rabo, Masjid Nurul Islam Lamteng, Masjid Al Ikhlas Dusun Kandang Alue Reuyeung, dan Masjid Al Furqan Dusun Sergong Alue Reuyeung.

Ketua Pengurus Cabang Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Aceh Besar, Tgk. Hasanuddin, S.H., turut ambil bagian dalam rombongan ini.

Masyarakat Butuh Pembinaan Berkelanjutan

Khalid Wardana menegaskan, kondisi geografis Pulo Aceh yang terdiri dari kepulauan membuat akses layanan keagamaan tidak selalu mudah. Keterbatasan tenaga dai dan khatib menjadi alasan perlunya penugasan bergilir ke wilayah ini.

Mantan Ketua KNPI Aceh Besar itu mendorong lembaga dan organisasi keagamaan lain untuk mengirimkan tim secara berkala. "Masyarakat Pulo Aceh sangat terbuka dan antusias menerima kegiatan pembinaan seperti ini," katanya.

Melalui kegiatan ini, semangat kemerdekaan diharapkan terasa hingga ke pelosok kepulauan sekaligus memperkuat ketahanan keagamaan generasi muda setempat.

Follow iniaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: anterokini.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks