ACEH — Pencapaian ini bukan sekadar angka. Dari total 1.088 SPK yang dibukukan selama pameran, antusiasme pengunjung terlihat dari panjangnya antrean di area test drive. Lebih dari 1.000 pengunjung menjajal langsung MGS5 EV dan ZS Hybrid+ sepanjang gelaran berlangsung. MG menyiapkan tiga unit MGS5 EV dan satu unit ZS Hybrid+ khusus untuk sesi uji kendara tersebut.
MGS5 EV: Daya Tarik Utama dengan Penggerak RWD
MGS5 EV menjadi model dengan pemesanan terbanyak selama GIIAS 2026. SUV listrik ini mengusung konfigurasi Rear-Wheel Drive (RWD) yang dikombinasikan dengan 5-Link Rear Suspension. Kombinasi ini dirancang untuk memberikan karakter pengendalian yang lebih dinamis dibandingkan SUV listrik sekelasnya yang mayoritas berpenggerak depan.
MG memosisikan MGS5 EV dengan konsep 'Because Everyone Matters'—menawarkan desain modern, kabin lapang, dan fitur keselamatan lengkap. Namun, perlu dicatat bahwa klaim "nyaman dan dinamis" dari pabrikan baru bisa dibuktikan setelah pengujian jangka panjang di jalan Indonesia. Kondisi jalan lokal yang beragam akan menjadi ujian sebenarnya bagi suspensi belakang multi-link tersebut.
ZS Hybrid+: Lebih dari 200 SPK Setelah Harga Diumumkan
Kejutan lain datang dari ZS Hybrid+ yang baru diperkenalkan di GIIAS 2026. Setelah harga resmi diumumkan, model hybrid ini mencatat lebih dari 200 pemesanan dalam waktu relatif singkat dari konsumen di berbagai wilayah Indonesia. Angka ini signifikan untuk segmen hybrid yang selama ini didominasi pemain Jepang.
ZS Hybrid+ menggabungkan mesin bensin, motor listrik, dan 3-speed Dedicated Hybrid Transmission. Sistem ini diklaim menghadirkan efisiensi bahan bakar sekaligus akselerasi responsif. Delapan mode propulsi hybrid yang ditawarkan menyesuaikan penggunaan tenaga berdasarkan kondisi perjalanan—fitur yang menarik untuk pengguna yang sering menghadapi kemacetan kota besar.
Strategi MG: Elektrifikasi Agresif dengan Dua Lini Berbeda
Kehadiran dua produk elektrifikasi dengan teknologi berbeda—full electric dan hybrid—menunjukkan strategi MG yang tidak setengah-setengah. Mereka tidak hanya mengandalkan satu jalur teknologi, melainkan memberikan opsi bagi konsumen yang belum siap sepenuhnya beralih ke kendaraan listrik murni.
Chief Executive Officer MG Motor Indonesia, Jason Huang, menyampaikan apresiasinya melalui keterangan resmi. "Tahun ini, sambutan hangat pengunjung terhadap ZS Hybrid+ dan MGS5 EV menandai semakin diterimanya inovasi MG oleh konsumen Indonesia. Kami berterima kasih atas kepercayaan dan antusiasme pengunjung GIIAS 2026, dan sampai berjumpa dalam gelaran GIIAS 2027," ujarnya.
Penghargaan Booth dan Dampak ke Pasar
Selain pencapaian penjualan, MG juga membawa pulang penghargaan Best Booth Passenger 240–400 sqm. Tema 'Find Your More' yang diusung menghadirkan seluruh lini produk terbaru, termasuk special display Cyberster—roadster listrik berperforma tinggi yang menjadi daya tarik visual tersendiri di booth mereka.
Keberhasilan ini menempatkan MG dalam posisi kompetitif yang menarik. Dengan ZS Hybrid+ yang langsung laris, MG kini punya amunisi untuk bersaing di segmen hybrid yang sedang naik daun. Sementara MGS5 EV memperkuat posisi mereka di segmen SUV listrik yang semakin ramai.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli
Meski angka SPK impresif, ada beberapa catatan yang perlu dipertimbangkan calon pembeli. Pertama, infrastruktur pengisian daya untuk MGS5 EV masih menjadi tantangan di luar Pulau Jawa. Kedua, layanan purna jual dan ketersediaan suku cadang MG perlu diverifikasi di kota masing-masing—terutama untuk teknologi hybrid yang relatif baru bagi MG di Indonesia.
Ketiga, nilai jual kembali (resale value) MG di pasar Indonesia belum teruji sekuat merek Jepang yang sudah mapan. Ini pertimbangan penting jika kamu berencana mengganti kendaraan dalam 3-5 tahun ke depan. Untuk ZS Hybrid+, efisiensi bahan bakar real-world di kondisi macap Jakarta masih perlu diuji lebih lanjut—klaim pabrikan biasanya lebih optimistis dari kenyataan.
Dengan 1.088 SPK, MG menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar pemain baru yang coba-coba di pasar otomotif Indonesia. Namun, keputusan pembelian tetap harus didasari riset mendalam dan idealnya test drive langsung—bukan hanya karena antrean panjang di booth pameran.