MEULABOH — Getaran gempa bumi yang mengguncang Simalungun, Sumatera Utara, ternyata terasa hingga ke pesisir barat Aceh. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronal, menyatakan situasi di wilayahnya masih terkendali dan belum ada laporan kerusakan berarti.
“Meski memicu kepanikan warga akibat gempa bumi, sejauh ini belum kita temukan kerusakan terhadap bangunan milik masyarakat,” kata Teuku Ronal kepada wartawan, Sabtu malam.
Getaran Skala V MMI Dirasakan Hampir Seluruh Warga
Berdasarkan laporan monitoring petugas di lapangan, guncangan dirasakan oleh sebagian besar masyarakat Kota Meulaboh dan daerah sekitarnya dengan skala intensitas V MMI. Pada tingkat ini, getaran terasa oleh hampir seluruh penduduk dan berpotensi membangunkan warga yang sedang tidur.
“Berdasarkan laporan monitoring di lapangan hingga Sabtu malam, sampai saat ini belum ada laporan adanya kerusakan bangunan maupun korban jiwa di Kabupaten Aceh Barat,” ujarnya.
Pusat Gempa di Darat, 11 Kilometer dari Simalungun
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada pada koordinat 2.97 Lintang Utara dan 98.95 Bujur Timur. Episenter terletak di darat pada jarak 11 kilometer arah timur Simalungun, Sumatera Utara, dengan kedalaman hiposenter mencapai 163 kilometer.
Kedalaman yang relatif besar membuat getaran menjalar cukup luas hingga ke wilayah pesisir barat Aceh, meskipun potensi kerusakan di permukaan relatif lebih kecil.
BPBD Minta Warga Tak Percaya Isu yang Tak Jelas
Teuku Ronal mengimbau masyarakat Kabupaten Aceh Barat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ia meminta warga menyaring informasi hanya dari sumber resmi, terutama BMKG dan BPBD.
Hingga saat ini, personel BPBD Aceh Barat masih disiagakan untuk memantau situasi pascagempa di seluruh kecamatan. Langkah antisipasi dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan jika terjadi gempa susulan atau kondisi darurat lain di wilayah setempat.