Pencarian

Ketua LVRI Aceh Minta Generasi Muda Jaga Perdamaian dan Waspadai Aksi Rusak Persatuan

Selasa, 18 Agustus 2026 • 12:42:31 WIB
Ketua LVRI Aceh Minta Generasi Muda Jaga Perdamaian dan Waspadai Aksi Rusak Persatuan
Ketua DPD LVRI Aceh, Kolonel Purnawirawan Haji Muhammad Djafar Karim, menyampaikan pesan kepada generasi muda untuk menjaga perdamaian dan kewaspadaan terhadap aksi yang dapat merusak persatuan di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Senin (17/8/2026).

BANDA ACEH — Ketua DPD Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Aceh, Kolonel Purnawirawan Haji Muhammad Djafar Karim, menegaskan bahwa menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah tanggung jawab lintas generasi. Menurutnya, semangat juang para pahlawan tidak hanya cukup dikenang, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata menjaga kedamaian di tengah masyarakat.

Pernyataan ini disampaikan Djafar usai menghadiri acara penyerahan cenderamata kepada keluarga pahlawan, perintis kemerdekaan, veteran, dan warakawuri di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Senin (17/8/2026). Ia menekankan bahwa bentuk perjuangan saat ini berbeda dengan masa lalu, namun tujuan akhirnya tetap sama.

Veteran: Perjuangan Kini Tak Harus dengan Angkat Senjata

Djafar yang pernah bertugas sebagai veteran Pembela Kemerdekaan di Timor-Timur pada 1975/1976 itu menyebut pengalamannya bertugas di Aceh selama sembilan tahun menguatkan keyakinannya bahwa semangat 1945 masih relevan. Ia meminta generasi penerus untuk tidak menjadi pihak yang justru merusak persatuan.

“Pesan saya sebagai veteran, jagalah sama-sama, kita pelihara negara ini. Jangan ada pengkhianat-pengkhianat yang merusak negara kita. Ini penting bagi generasi muda,” ujarnya.

Insiden Hari Damai Aceh Jadi Perhatian

Djafar turut menyoroti insiden yang terjadi saat peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di Banda Aceh pada 15 Agustus 2026. Meski tidak menyaksikan langsung kejadian tersebut, ia meminta semua pihak menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang bisa mengganggu stabilitas keamanan yang telah berjalan baik.

Menurutnya, perdamaian Aceh adalah hasil perjalanan panjang yang harus dirawat bersama. Ia mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat tetap berpegang pada komitmen yang telah disepakati dalam Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki.

“Yang kita harapkan, kita kan sudah ada satu komitmen, MoU itu. Ya itu saja yang kita pelihara,” katanya.

Hari Veteran Bukan Sekadar Seremoni

Djafar juga mengingatkan makna penting peringatan Hari Veteran Nasional setiap 10 Agustus. Ia menilai momen tersebut harus menjadi pengingat perjalanan panjang para pejuang, sekaligus sarana menanamkan nilai perjuangan kepada generasi muda.

Ia berharap semangat kepahlawanan dapat diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kontribusi nyata dalam pembangunan. Menurutnya, generasi muda Aceh harus mampu meneruskan estafet perjuangan tanpa mengorbankan kedamaian yang sudah susah payah dibangun.

“Jangan ada tindakan-tindakan yang merugikan kita juga,” pungkasnya.

Follow iniaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: masakini.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks