ACEH - Pola makan sehari-hari punya peran signifikan dalam menurunkan risiko kanker, di luar faktor genetik dan lingkungan yang juga berpengaruh. Sejumlah studi menunjukkan antioksidan, vitamin, dan senyawa bioaktif dalam makanan alami membantu tubuh membangun pertahanan terhadap sel-sel abnormal.
Buah-buahan Kaya Antioksidan
Blueberry mengandung serat, vitamin C, antosianin, dan flavonol yang terbukti meningkatkan kapasitas antioksidan darah serta melindungi DNA dari kerusakan. Kandungan seratnya juga dikaitkan dengan penurunan risiko kanker kolorektal.
Jeruk kaya vitamin C dan flavanon, berpotensi memberikan perlindungan terhadap kanker paru-paru (terutama pada perokok), esofagus, dan lambung. Buah ini praktis dikonsumsi karena tahan segar hingga dua-tiga minggu di kulkas.
Strawberry mengandung vitamin C dan polifenol yang berkontribusi menurunkan risiko kanker kolorektal, saluran cerna atas, dan paru-paru. Bisa dimakan langsung atau dicampur oatmeal.
Anggur, terutama varietas merah dan ungu, mengandung resveratrol dan antosianin yang sedang diteliti pengaruhnya terhadap ekspresi gen terkait kanker.
Raspberry punya kandungan ellagitannin dan serat tinggi yang berpotensi menurunkan risiko kanker kolorektal, paru-paru, dan esofagus.
Sayuran Non-Pati yang Berperan Penting
Tomat jadi sumber utama likopen, pigmen merah yang jadi fokus riset AICR terkait pencegahan kanker prostat, meski hasilnya masih beragam antar studi.
Wortel kaya karotenoid dan asam klorogenat, dikaitkan dengan penurunan risiko kanker saluran cerna atas serta kanker paru-paru dan payudara ER-negatif.
Brokoli mengandung sulforaphane hasil pemecahan glukosinolat yang dalam studi laboratorium memperlambat pertumbuhan sel kanker prostat. Sebaiknya dimasak sebentar saja (rebus, tumis, atau kukus) agar nutrisinya tetap optimal.
Kembang Kol punya profil nutrisi mirip brokoli — kaya vitamin C dan fitokimia pelindung, cocok dikonsumsi mentah, dimasak, atau dihaluskan untuk sup.
Sumber Lignan dan Serat
Flaxseed (biji rami) mengandung lignan tinggi yang tengah diteliti perannya dalam mencegah kanker payudara, prostat, dan kanker hormon lain. Konsumsinya perlu diberi jeda satu-dua jam dari waktu minum obat agar tidak mengganggu penyerapan.
Kesepuluh makanan ini bukan obat, tapi bagian dari strategi gaya hidup sehat. Kombinasi sayuran non-pati dan buah secara konsisten terbukti berkontribusi menurunkan risiko berbagai jenis kanker saluran pencernaan dan pernapasan.