ACEH — Bank Indonesia (BI) kembali menggelar Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026, sebuah panggung nasional bagi produk ekonomi kreatif daerah. Pada penyelenggaraan tahun ini, Aceh mendapatkan ruang khusus untuk mempromosikan potensi budayanya melalui tema Beudaya Meusare Sare, yang berarti penguatan sinergi untuk mendorong UMKM bangkit tangguh dan berdaya saing.
Fokus pada Wastra dan Desain Kontemporer
Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh, Agus Chusaini, menjelaskan bahwa pengembangan UMKM berbasis budaya harus dilakukan berkelanjutan. Fokus utamanya adalah penguatan kualitas produk, desain, kemasan, standardisasi, hingga digitalisasi dan perluasan jejaring pemasaran.
"KKI bukan sekadar ajang pameran produk UMKM, tetapi merupakan momentum untuk mempertemukan kekuatan ekonomi kreatif daerah dengan pasar yang lebih luas," ujar Agus dalam keterangan resminya, Selasa (18/8/2026).
Showcase Budaya dan Seni Pertunjukan
Aceh tidak hanya membawa produk dagangan, tetapi juga menghadirkan showcase kebudayaan yang utuh. Pengunjung akan disuguhkan kesenian tradisional, elemen visual, serta artefak yang merepresentasikan identitas dan perjalanan budaya Aceh.
"Wastra Aceh menjadi salah satu elemen penting dalam showcase, dengan menampilkan kekayaan motif, teknik, material, dan cerita yang melekat pada produk-produk tekstil tradisional maupun pengembangannya dalam desain kontemporer," jelas Agus. Produk wastra ini kemudian dipadukan dengan karya fesyen dan kriya untuk menunjukkan bagaimana warisan budaya dapat bertransformasi mengikuti selera pasar modern.
Subsektor yang Diwakili dan Target Pasar
Ke-47 UMKM yang lolos kurasi mewakili beragam subsektor ekonomi kreatif. Berikut rinciannya:
- Wastra dan fesyen
- Kriya
- Makanan dan minuman
- Produk kreatif berbasis kekayaan lokal Aceh
Keikutsertaan ini merupakan bagian dari strategi promosi UMKM unggulan Aceh agar mampu menjangkau konsumen serta mitra potensial dari berbagai daerah. Nuansa kebudayaan yang kuat diharapkan membangun narasi bahwa produk UMKM Aceh tidak hanya memiliki nilai komersial, tetapi juga membawa cerita, identitas, dan nilai budaya.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Ekosistem UMKM
Agus menambahkan, semangat Beudaya Meusare Sare diharapkan menjadi katalis bagi peningkatan kapasitas UMKM. Pihaknya terus mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, komunitas kreatif, akademisi, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk membangun ekosistem UMKM yang lebih kuat dan inovatif.
"Dengan mengangkat tema Aceh, kita ingin menunjukkan bahwa kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat Aceh dapat menjadi kekuatan ekonomi yang memiliki nilai tambah dan daya saing," pungkas Agus.