Pencarian

BI Targetkan Bank Kliring Renminbi Beroperasi Kuartal IV 2026, Permintaan RMB Tembus US$ 38,9 Miliar

Kamis, 20 Agustus 2026 • 14:10:12 WIB
BI Targetkan Bank Kliring Renminbi Beroperasi Kuartal IV 2026, Permintaan RMB Tembus US$ 38,9 Miliar
Bank Indonesia menargetkan bank kliring renminbi beroperasi pada kuartal IV 2026 dengan permintaan RMB mencapai US$ 38,9 miliar.

ACEH — Deputi Gubernur BI Thomas A.M. Djiwandono mengungkapkan, selain Bank of China, pihaknya juga mendorong bank nasional untuk turut serta menjadi bank kliring. Saat ini, salah satu bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) masih menjalani proses administrasi untuk seleksi tersebut.

"Secara operasional akan paling lambat di kuartal keempat tahun ini. BI sudah memastikan kliring bank yang pertama adalah Bank of China, tapi kami di Bank Indonesia mendorong suatu bank nasional dan memang ini bank Himbara saat ini sedang melalui proses administrasi," ujar Thomas dalam konferensi pers, Rabu (20/8).

Permintaan RMB Hampir Capai Proyeksi Tahunan BI

Tingginya kebutuhan renminbi di pasar domestik menjadi alasan utama percepatan operasional bank kliring ini. Berdasarkan data BI hingga Juli 2026, permintaan RMB telah mencapai setara US$ 38,9 miliar atau Rp 691,46 triliun dengan kurs Rp 17.775 per dolar AS.

Angka tersebut hampir menyentuh proyeksi internal BI yang memperkirakan kebutuhan renminbi dalam setahun mencapai US$ 40 miliar atau sekitar Rp 711 triliun. "Per Juli saja sudah hampir 100%, kita masih ada sekitar lima bulan lagi," kata Thomas.

Memangkas Ketergantungan Transaksi terhadap Dolar AS

Pjs Gubernur BI Destry Damayanti menjelaskan, selama ini pelaku usaha yang membutuhkan renminbi harus membeli dolar AS terlebih dahulu, kemudian menukarkannya kembali menjadi RMB. Dalam sejumlah transaksi, penukaran bahkan dilakukan melalui pasar offshore di luar negeri.

"Mereka harus beli dolar dulu kemudian dolarnya ditukar lagi dengan RMB dan bahkan kadang ditukarnya di pasar offshore di luar negeri," jelas Destry.

Mekanisme berlapis ini dinilai menambah permintaan terhadap dolar AS di pasar domestik. Dengan hadirnya bank kliring, pasokan RMB dapat tersedia langsung di dalam negeri sehingga pelaku pasar bisa melakukan transaksi rupiah-RMB tanpa perantara dolar AS.

"Nah, ini kita mau potong mekanisme seperti itu dengan menambah suplai RMB di domestik sehingga mereka tidak perlu beli dolar dulu tapi mereka langsung transaksi RMB," ujarnya. Destry menilai langkah ini pada akhirnya akan mengurangi tekanan terhadap permintaan dolar AS sekaligus mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.

BI Siapkan Instrumen VASTRA untuk Lindung Nilai Investor Global

Selain bank kliring, BI juga menyiapkan kebijakan pendalaman pasar valas melalui skema VASTRA, yakni transaksi lindung nilai atau hedging melalui bank mitra. Instrumen ini memungkinkan investor global melakukan hedging melalui bank di luar negeri yang terhubung langsung dengan bank mitra di pasar domestik.

"VASTRA ini adalah instrumen hedging di mana kami membuka jalur untuk investor global dapat melakukan transaksi hedging dengan mudah melalui bank di luar negeri yang terhubung langsung dengan bank mitra di pasar domestik," jelas Thomas.

Pada tahap awal, transaksi hedging melalui VASTRA akan didukung oleh investasi portofolio dalam rupiah. Instrumen yang dapat digunakan antara lain Surat Perbendaharaan Negara (SPN), SRBI, dan SUBBI. Skema ini dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan lindung nilai investor global, termasuk menghadapi perbedaan zona waktu dan keterbatasan akses langsung ke pasar domestik. Investor juga dapat terhubung dengan instrumen lindung nilai yang disediakan BI, seperti Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dan swap Bank Indonesia.

Follow iniaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks