KUALASIMPANG — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau akrab disapa Dek Fadh memimpin langsung prosesi penyerahan simbolis bantuan Al-Qur’an di Aceh Tamiang. Kegiatan itu turut dihadiri Bupati Aceh Tamiang, unsur Forkopimda, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, serta para alim ulama dan tokoh masyarakat setempat.
Fadhlullah menegaskan bahwa bantuan ini bukan sekadar pengiriman mushaf biasa. Menurutnya, 50.000 eksemplar Al-Qur’an tersebut adalah amanah besar yang hadir di tengah masa pemulihan pascabencana yang sedang berlangsung di provinsi paling barat Indonesia itu.
Penguatan Spiritual di Tengah Pemulihan Pascabencana
Fadhlullah menyebut proses pemulihan pascabencana tidak hanya menuntut pembangunan kembali fasilitas fisik yang rusak. Lebih dari itu, masyarakat juga membutuhkan penguatan batin dan spiritual agar mampu melewati masa sulit.
“50.000 Al-Qur’an yang kita terima hari ini bukan sekadar bantuan berupa mushaf, tetapi juga merupakan amanah dan simbol kepedulian untuk menguatkan hati masyarakat Aceh dalam menghadapi masa pemulihan,” ujar Fadhlullah dalam sambutannya di Aceh Tamiang, Kamis.
Sasaran Distribusi: Prioritas untuk Fasilitas Ibadah Terdampak
Pemerintah Aceh telah menyiapkan skema penyaluran yang terstruktur. Dinas Syariat Islam kabupaten/kota menjadi ujung tombak distribusi agar bantuan tepat sasaran.
- Masjid dan meunasah yang rusak atau kehilangan perlengkapan ibadah akibat bencana.
- Dayah dan balai pengajian sebagai pusat pendidikan keagamaan masyarakat.
- Lembaga pendidikan Al-Qur’an serta keluarga-keluarga yang membutuhkan mushaf baru.
Fadhlullah berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal, terutama oleh masyarakat yang kehilangan atau mengalami kerusakan fasilitas keagamaan. Ia juga mengingatkan agar mushaf tersebut tidak sekadar disimpan, melainkan dibaca, dipelajari, diajarkan, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Seruan Kebersamaan untuk Warga yang Masih Berduka
Di hadapan para tamu undangan, Fadhlullah menyampaikan pesan khusus kepada warga yang masih berada dalam masa pemulihan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kesabaran, mempererat persaudaraan, serta membangun kembali kehidupan secara bersama-sama.
“Bencana memang meninggalkan kesedihan, tetapi insya Allah juga mengajarkan kepada kita arti keteguhan, kepedulian dan kebersamaan. Mari kita terus bangkit bersama dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan,” pungkas Fadhlullah.
Pemerintah Aceh memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi atas perhatian yang konsisten diberikan kepada masyarakat Aceh. Bantuan ini dinilai hadir pada waktu yang tepat, ketika kebutuhan pemulihan mental dan spiritual warga sama besarnya dengan kebutuhan pembangunan fisik.