Pencarian

Pemkab Aceh Besar Kerahkan Pompa Air ke Sawah di Kuta Cot Glie, Petani Diharap Terhindar dari Gagal Panen

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 14:32:31 WIB
Pemkab Aceh Besar Kerahkan Pompa Air ke Sawah di Kuta Cot Glie, Petani Diharap Terhindar dari Gagal Panen
Pompa air mulai dioperasikan di Gampong Lamsie untuk mengalirkan air ke sawah yang terdampak kekeringan di Kecamatan Kuta Cot Glie.

KUTA COTLIE — Ancaman kekeringan yang membayangi lahan pertanian di Aceh Besar dijawab dengan langkah cepat. Dinas Pertanian setempat bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I mulai mengoperasikan pompa air di Gampong Lamsie, Mukim Glie Yeung, Kecamatan Kuta Cot Glie, untuk mengalirkan air ke sawah-sawah yang mulai kekeringan.

Fasilitas pompa ini diberikan melalui skema pinjam pakai sementara. Langkah ini menjadi penyelamat bagi petani yang selama ini mengandalkan pasokan air dari saluran irigasi yang kini mulai menyusut.

Pasokan Air Menjadi Kunci Penyelamatan Padi

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Imam Munandar, menyebut pompanisasi merupakan bagian dari penanganan darurat kekeringan. Langkah ini difokuskan untuk memastikan tanaman padi yang sudah ditanam tetap mendapatkan air hingga masa panen tiba.

“Pompanisasi ini merupakan langkah tanggap darurat untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian masyarakat. Kami terus berupaya memastikan sawah yang terdampak kekeringan mendapatkan penanganan sehingga tanaman padi tetap dapat tumbuh dan risiko gagal panen dapat diminimalkan,” ujar Imam, Sabtu (22/8/2026).

Menurutnya, sinergi dengan BWS Sumatera I menjadi kunci dalam percepatan penanganan ini. Dukungan alat dari pemerintah pusat itu dinilai sangat membantu daerah yang tengah berjibaku melawan dampak kemarau.

Pemantauan Terus Dilakukan, Titik Lain Disiapkan

Pemerintah kabupaten tidak berhenti di Gampong Lamsie. Imam mengatakan pihaknya terus memantau kondisi persawahan di berbagai wilayah Aceh Besar untuk menentukan lokasi lain yang membutuhkan penanganan serupa.

“Kami akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran. Harapannya, produktivitas pertanian masyarakat tetap terjaga dan petani dapat terhindar dari kerugian akibat kekeringan,” katanya.

Langkah ini diambil di tengah meningkatnya kekhawatiran petani akan gagal panen. Dengan adanya tambahan pasokan air dari pompa, diharapkan pertumbuhan padi tetap optimal meski musim kemarau masih berlangsung.

Pompanisasi ini menjadi bukti bahwa penanganan bencana kekeringan tidak bisa dilakukan dengan pola biasa. Dibutuhkan gerak cepat dan koordinasi lintas instansi agar sawah-sawah di Aceh Besar tetap hijau dan produktivitas pertanian masyarakat terjaga.

Follow iniaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: masakini.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks