Pencarian

PGN Gagas Kebut Pasokan Gas ke 74.000 Meter Kubik untuk Hotel dan Kafe Jogja

Minggu, 23 Agustus 2026 • 09:01:01 WIB
PGN Gagas Kebut Pasokan Gas ke 74.000 Meter Kubik untuk Hotel dan Kafe Jogja
Petugas memeriksa instalasi pengisian gas bumi bertekanan tinggi (CNG) untuk layanan pelanggan komersial di Yogyakarta.

ACEH — Keterbatasan infrastruktur pipa tidak lagi menjadi hambatan bagi pelaku usaha untuk beralih ke gas bumi. PT Gagas Energi Indonesia, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), kini memperluas layanan gas bumi bertekanan tinggi (CNG) ke wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Berdasarkan data PGN Gagas, volume penyaluran CNG untuk skema point-to-point di Jawa Tengah bagian selatan telah mencapai sekitar 74.000 meter kubik per bulan. Angka ini menunjukkan permintaan yang terus tumbuh, khususnya dari sektor komersial.

Dua Skema Penyaluran yang Ditawarkan

PGN Gagas mengoperasikan dua model distribusi untuk menjangkau pelanggan. Skema pertama adalah point-to-point, di mana gas dikirim langsung dari fasilitas pengisian menuju satu pelanggan. Skema kedua adalah klastering, yang dirancang untuk melayani beberapa pelanggan dalam satu kawasan secara terintegrasi.

"PGN Gagas mengembangkan CNG Jawa Tengah Bagian Selatan, termasuk Yogyakarta, menggunakan skema klastering dan point-to-point. Kami menargetkan klastering pada sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka), sehingga pengiriman CNG dapat dilakukan kepada sejumlah pelanggan dalam satu kawasan dan lebih efisien," jelas Direktur Utama PGN Gagas Santiaji Gunawan.

Pendekatan ini menjadi alternatif strategis di tengah biaya pembangunan pipa yang tinggi. Dengan CNG, pelaku usaha tidak perlu menunggu jaringan pipa tersambung untuk menikmati energi gas yang lebih ekonomis.

Merambah Layanan Publik di Magelang

Di luar sektor komersial, pemanfaatan CNG mulai merambah kebutuhan pelayanan publik. Di Magelang, Jawa Tengah, gas bumi bertekanan tinggi ini digunakan untuk mendukung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Gas bumi dipakai untuk proses memasak sekitar 1.500 hingga 2.000 porsi MBG per hari. Penggunaan ini menunjukkan fleksibilitas CNG untuk kebutuhan operasional rutin berskala besar, bukan hanya untuk industri atau usaha komersial.

Prospek Pertumbuhan di Kawasan Pariwisata

Santiaji menilai pengembangan CNG di wilayah ini memiliki prospek cerah seiring pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Perhotelan, kuliner, jasa, hingga UMKM menjadi segmen yang paling berpotensi memanfaatkan layanan ini.

"Pertumbuhan layanan CNG di Jawa Tengah Bagian Selatan memiliki prospek yang menarik seiring dengan berkembangnya sektor pariwisata seperti perhotelan, kuliner, jasa, dan UMKM. Kehadiran layanan CNG diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam pemenuhan kebutuhan energi sekaligus mendukung produktivitas masyarakat," ujar Santiaji.

PGN Gagas akan terus mengembangkan layanan ini dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan, keekonomian, dan potensi pertumbuhan pasar di masing-masing wilayah. Langkah ini merupakan bagian dari upaya PGN menghadirkan solusi energi yang lebih fleksibel bagi masyarakat di luar Pulau Jawa yang belum terjangkau jaringan pipa.

Dengan model klastering dan point-to-point, CNG menjadi jembatan bagi pelaku usaha untuk mengakses gas bumi tanpa hambatan infrastruktur. Inisiatif ini sekaligus memperluas pemanfaatan energi gas bumi di berbagai sektor produktif masyarakat.

Follow iniaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tambang.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks