ACEH — Setelah melalui masa akses awal yang panjang, Fields of Mistria akhirnya bisa dinikmati secara utuh. Game besutan NPC Studio ini menawarkan simulasi bertani yang tidak hanya berfokus pada bercocok tanam, tetapi juga membangun hubungan dengan penduduk desa. Rilis penuh ini menandakan tidak ada lagi batasan fitur, termasuk enam jalur percintaan yang bisa dikejar pemain.
Berbeda dari kebanyakan game sejenis, sistem pacaran di Fields of Mistria tidak berdiri sendiri. Setiap kandidat pasangan memiliki keterkaitan naratif dengan alur utama yang melibatkan dewa-dewa kuno. Hal ini membuat proses mendekati karakter terasa lebih organik dan tidak sekadar menaikkan angka hearts.
Enam Karakter dengan Konflik Cerita yang Berbeda
Masing-masing dari enam karakter ini punya kepribadian dan masalah pribadi yang harus diselesaikan pemain. Beberapa di antaranya bahkan memiliki hubungan langsung dengan kejadian aneh yang melanda desa Mistria.
- March – Pandai besi desa yang keras kepala. Konfliknya berpusat pada tekanan warisan keluarga dan ketakutannya terhadap perubahan.
- Ryis – Tukang kayu yang pendiam dan misterius. Kisahnya perlahan terungkap seiring pemain memperbaiki fasilitas desa.
- Eiland – Arkeolog amatir yang terobsesi dengan reruntuhan kuno. Jalur ceritanya paling dekat dengan misteri dewa-dewa dalam game.
- Balor – Pedagang keliling yang ceria. Di balik senyumnya, ia menyimpan hutang dan masa lalu yang rumit.
- Celine – Ahli botani yang pemalu dan penuh perhatian pada alam. Kisahnya mengajak pemain memahami ekosistem desa.
- Juniper – Penyihir muda yang eksentrik. Ia berusaha membuktikan kemampuannya kepada penduduk desa yang skeptis.
Mengapa Mode Pacaran Terasa Lebih Hidup di Rilis Penuh
Versi awal Fields of Mistria sempat menuai kritik karena interaksi dengan NPC terasa dangkal. Developer merespons dengan menambahkan lebih banyak event unik untuk setiap karakter di rilis penuh. Pemain kini bisa mengikuti alur cerita spesifik yang membutuhkan keputusan moral, bukan sekadar memberikan hadiah favorit.
Keputusan ini membuat komunitas farming sim di Indonesia melirik game tersebut. Diskusi di forum dan grup Facebook mulai membanjiri perbandingan antara Fields of Mistria dengan Stardew Valley dan Harvest Moon: Winds of Anthos.
Koneksi dengan Alur Dewa Kuno
Fitur yang paling menarik perhatian adalah bagaimana kisah cinta terjalin dengan narasi utama. Pemain yang menyelesaikan jalur percintaan Eiland, misalnya, akan mendapatkan lore tambahan tentang asal-usul dewa-dewa yang menjaga desa. Ini memberikan insentif bagi pemain yang biasanya melewatkan interaksi NPC untuk kembali menjelajah.
Bagi penggemar yang ingin merasakan keseluruhan cerita tanpa spoiler, disarankan untuk menyelesaikan alur utama terlebih dahulu sebelum fokus pada satu karakter. Hal ini karena beberapa dialog rahasia baru terbuka setelah pemain mengalahkan bos tertentu atau memulihkan desa ke kondisi tertentu.
Posisi Fields of Mistria di Genre Farming Sim
Dengan rilis penuh ini, Fields of Mistria mencoba mengisi celah yang ditinggalkan oleh game sejenis yang fokus pada multiplayer. NPC Studio memilih untuk memperdalam elemen naratif dan hubungan karakter, sebuah langkah yang jarang dilakukan secara konsisten oleh kompetitor.
Pemain di Indonesia yang mencari pengalaman solo yang tenang namun punya cerita mendalam bisa mempertimbangkan game ini. Harga yang ditawarkan di Steam juga masih dalam kisaran yang wajar untuk ukuran game indie dengan konten sebesar ini.