BIREUEN — Limbah pertanian yang selama ini kerap dibuang begitu saja oleh petani, kini diubah menjadi bahan pakan ternak alternatif yang bernilai ekonomi. Hal ini menjadi fokus pelatihan yang digelar Faperta UNIKI bersama Kelompok Ternak Gampong Buket Teukueh, Kota Juang.
Dekan Faperta UNIKI, Dr (c) Mizan Maulana, SP., MSi, memimpin langsung kegiatan tersebut didampingi dosen Program Studi Peternakan, Muhammad Taufiq Hadi Wijaya, SPt., MPt, dan Trisna Windari, SPt., MSi. Para mahasiswa Faperta juga dilibatkan dalam pelatihan ini sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman di lapangan.
Mengubah Sisa Panen Menjadi Sumber Pakan
Para peternak mendapat pemahaman mengenai potensi berbagai jenis limbah hasil pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal. Limbah tersebut dapat diolah menjadi bahan pakan alternatif yang mudah didapat di lingkungan sekitar.
Mizan Maulana menegaskan bahwa kolaborasi antara bidang pertanian dan peternakan menjadi langkah penting dalam membangun sistem pertanian terpadu. Menurutnya, limbah pertanian tidak seharusnya hanya dipandang sebagai sisa produksi yang tidak berguna.
"Limbah pertanian jangan hanya dipandang sebagai sisa produksi dengan inovasi dan pengolahan yang tepat, limbah tersebut dapat menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi, salah satunya sebagai bahan pakan ternak," ujarnya.
Pendampingan Teknis dan Dampak bagi Peternak
Dosen Peternakan UNIKI memberikan pendampingan teknis secara langsung kepada kelompok ternak. Materi yang disampaikan mencakup pemanfaatan bahan lokal dan prinsip pengolahan pakan agar lebih aman serta sesuai dengan kebutuhan ternak.
Kegiatan ini diharapkan mampu mendukung efisiensi usaha peternakan di tingkat desa. Selain mengurangi jumlah limbah yang terbuang, pemanfaatan limbah pertanian juga membantu peternak memperoleh sumber bahan pakan yang lebih ekonomis dan mudah tersedia.
Komitmen Pertanian Terintegrasi Berbasis Potensi Lokal
Pelatihan ini menjadi wujud nyata komitmen Faperta UNIKI dalam menghadirkan pertanian dan peternakan terintegrasi yang berkelanjutan. Kolaborasi dosen dan mahasiswa diharapkan terus dikembangkan melalui kegiatan penelitian, pengabdian, dan pendampingan berkelanjutan kepada kelompok tani serta kelompok ternak.
Melalui kegiatan ini, Faperta UNIKI berharap masyarakat Buket Teukueh semakin mandiri mengelola potensi sumber daya lokal. Ketergantungan pada pakan pabrikan yang harganya fluktuatif pun diharapkan bisa berkurang, seiring dengan kemampuan warga mengolah limbah menjadi pakan mandiri.