ACEH — Memilih iPhone tahun ini tidak lagi soal ukuran layar. Apple dikabarkan hanya merilis tiga model premium: iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan iPhone Ultra yang bisa dilipat. Tanpa kehadiran model standar, calon pembeli harus menentukan pilihan sejak awal: tetap di lini Pro yang sudah terbukti, atau melompat ke perangkat lipat pertama dari Apple.
Spesifikasi Utama iPhone 18 Pro, Pro Max, dan Ultra
Bocoran yang beredar menunjukkan ketiga ponsel ini berbagi banyak komponen inti. Perbedaan signifikan justru terletak pada layar, kamera, dan dimensi. Berikut ringkasannya:
- iPhone 18 Pro: Layar OLED 6,3 inci, chip A20 Pro, RAM 12GB, kamera utama 48MP (wide, ultrawide, telephoto 4x), baterai 4.288 mAh.
- iPhone 18 Pro Max: Layar OLED 6,9 inci, chip A20 Pro, RAM 12GB, kamera utama 48MP (wide, ultrawide, telephoto 4x), baterai 5.321 mAh.
- iPhone Ultra: Layar cover 5,4 inci yang terbuka menjadi 7,8 inci, chip A20 (bukan Pro), RAM 12GB, kamera utama 48MP (wide dan ultrawide saja), dua kamera selfie 24MP, baterai 4.833 mAh.
Perbedaan paling mencolok ada di sektor kamera. iPhone Ultra hanya punya dua lensa belakang tanpa telephoto khusus. Apple disebut mengandalkan zoom digital berkualitas "optical-grade", tetapi hasilnya tetap tidak akan menandingi lensa telefoto fisik pada model Pro.
Harga dan Ketersediaan: Ultra Jauh Lebih Mahal
Kenaikan harga dipicu oleh melonjaknya biaya produksi memori dan komponen. Analis memperkirakan iPhone 18 Pro Max bisa naik hingga USD 200 (sekitar Rp 3,3 juta) dari pendahulunya, membuat harga awalnya menyentuh USD 1.399 (sekitar Rp 23 juta).
iPhone Ultra menjadi primadona dengan banderol USD 2.000–2.500 (sekitar Rp 33–41,2 juta). Jika benar, ini akan menjadi ponsel lipat termahal di pasaran, menggeser Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra yang dijual USD 2.099 (sekitar Rp 34,6 juta).
Untuk ketersediaan, iPhone 18 Pro dan Pro Max diperkirakan mulai dipesan pada 12 September dan dijual 18 September 2026. Situasi berbeda untuk iPhone Ultra. Apple disebut kesulitan memproduksi unit dalam jumlah besar, sehingga peluncurannya bisa mundur dan kemungkinan bertahap, dimulai dari Amerika Serikat.
Desain: Pro Max Lebih Berat, Ultra Hadir dengan Layar Lipat
iPhone 18 Pro dan Pro Max tidak akan banyak berubah dari seri sebelumnya. Keduanya masih memakai bodi aluminium anodized dengan tonjolan kamera yang disebut "forged plateau". Namun, iPhone 18 Pro Max dikabarkan menjadi iPhone paling berat yang pernah dibuat, mencapai 240 gram, kemungkinan karena baterai lebih besar dan material baru.
iPhone Ultra justru tampil sangat tipis, sekitar 4,5mm saat terbuka—lebih ramping dari iPhone Air. Bodi titanium dengan engsel liquid metal disebut menjadi kunci durabilitasnya. Apple juga dikabarkan memakai kaca struktural dan layar ultra-tipis untuk menghilangkan bekas lipatan di layar.
Performa dan Baterai: Chip Berbeda, Efisiensi Tetap Jadi Andalan
Menariknya, iPhone Ultra tidak memakai chip A20 Pro. Ia hanya dibekali A20 standar, meski tetap dibangun di atas proses 2nm TSMC. Chip ini dijanjikan peningkatan kecepatan 15% dan efisiensi daya 20% dibanding generasi sebelumnya. A20 Pro di dua model lainnya diperkirakan lebih kencang di sektor komputasi dan grafis, meski angka pastinya belum diketahui.
Baterai iPhone Ultra (4.833 mAh) lebih kecil dari Pro Max meski layarnya lebih besar. Ini mirip pola pada ponsel lipat Samsung yang konsumsi dayanya lebih boros. Namun, efisiensi chip 2nm diperkirakan bisa mengompensasi hal tersebut. Ketiga ponsel tetap mendukung MagSafe dan pengisian cepat kabel, meski kecepatan pastinya belum diumumkan.
Fitur Kamera: Aperture Variabel Hanya untuk Pro Max?
iPhone 18 Pro dan Pro Max disebut akan mendapat fitur aperture variabel, yang memungkinkan pengguna mengatur jumlah cahaya masuk ke lensa secara manual—sebuah fitur pertama untuk iPhone. Sayangnya, bocoran menyebut fitur ini eksklusif untuk Pro Max.
Tombol Camera Control juga akan dirombak, dari kapasitif menjadi mekanis. Untuk iPhone Ultra, fokusnya ada di dua kamera selfie 24MP. Apple disebut mengganti Face ID dengan Touch ID di tombol daya pada perangkat lipat ini, demi menghemat ruang internal.
Kesimpulan: Pilih Sesuai Kebutuhan, Bukan Gengsi
iPhone 18 Pro dan Pro Max pada dasarnya adalah ponsel yang sama dengan ukuran berbeda, plus potensi keunggulan kamera di varian Max. Jika Anda menginginkan ponsel andal dengan kamera terbaik dan tidak masalah dengan bobot, Pro Max adalah pilihan paling aman.
iPhone Ultra menawarkan pengalaman berbeda: layar sebesar iPad mini 7 yang bisa dilipat, desain tipis, dan harga selangit. Namun, komprominya jelas—kamera kurang lengkap dan performa sedikit di bawah Pro. Perangkat ini hanya cocok untuk mereka yang memprioritaskan produktivitas layar besar dan siap merogoh kocek lebih dari Rp 40 juta.