MEDAN — Penasihat Persatuan Pewarta Foto Indonesia (PFI), Dedi Nelson F, mengaku tersentuh menyaksikan ratusan foto yang dipajang dalam Pameran Foto Bencana "Prahara Pulau Emas". Ia menilai gambar-gambar tersebut mampu bercerita tanpa batas dan mengabarkan tanpa narasi.
"Sangat sedih hati ini melihat terjangan banjir akibat kerusakan alam yang semakin parah, tak terkendali oleh orang-orang yang tak peduli," ujar Dedi kepada media pada Rabu (26/8/2026).
Dedikasi Pewarta Foto Saat Bencana: Basah, Lapar, Tetap Memotret
Ketua Korwil PFI, Hendra Syamhari, menyampaikan pesan haru saat pembukaan pameran. Menurutnya, peristiwa bencana menjadi ujian berat bagi para jurnalis foto yang harus tetap bekerja di tengah kondisi lapangan yang keras.
"Fotografer jurnalis terkadang melupakan dirinya sendiri, bahkan keluarga, anak dan istri, demi memberikan informasi secara luas kepada masyarakat. Seperti pada peristiwa bencana kemarin, mereka tetap di lapangan, basah, lapar, tapi terus memotret. Ini dedikasi," ungkapnya.
Bukan Menebar Ketakutan, Tapi Ruang Refleksi Publik
Ketua Panitia Pameran, Irsan Mulyadi, menegaskan bahwa agenda ini digelar bukan untuk menebar ketakutan di tengah masyarakat. Justru sebaliknya, pameran ingin mengajak publik belajar dari fakta yang terekam kamera.
"Kami ingin publik melihat fakta, dari Aceh ke Sumbar lalu ke Medan. Dari situ kita belajar bahwa bencana bisa datang kapan saja. Mari jadikan ini pengingat untuk lebih siap," ujar Irsan.
Pameran ini merupakan kota ketiga setelah sebelumnya sukses digelar di Sumatera Barat dan Aceh. Ketua PFI Medan, Rizky Cahyadi, berharap pameran mampu meningkatkan pemahaman masyarakat akan mitigasi dan nilai kemanusiaan.
Rekaman Tangis, Lumpur, dan Gotong Royong di Tengah Musibah
Di setiap sudut atrium, pengunjung disuguhkan foto-foto evakuasi warga, rumah yang hanyut terbawa arus, hingga dapur umum yang tetap beroperasi. Senyum para relawan yang tetap hadir di tengah tumpukan lumpur juga menjadi daya tarik tersendiri.
Setiap karya dilengkapi narasi dan data kebencanaan, menjadikan pameran ini bukan sekadar penampilan gambar. Wali Kota Medan Rico Triputra Waas yang hadir bersama sejumlah Kepala SKPD memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pewarta foto yang mendokumentasikan peristiwa tersebut.
Pameran "Prahara Pulau Emas" terbuka untuk umum dan gratis bagi seluruh pengunjung. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya mengingatkan pada duka masa lalu, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa mendatang.