Pencarian

Ketum KONI Marciano Norman Tinjau Final Pacuan Kuda di Aceh Tengah, Targetkan Lahirkan Atlet PON 2028 hingga Event Internasional

Minggu, 30 Agustus 2026 • 00:02:02 WIB
Ketum KONI Marciano Norman Tinjau Final Pacuan Kuda di Aceh Tengah, Targetkan Lahirkan Atlet PON 2028 hingga Event Internasional
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menyaksikan langsung final Kejuaraan Pacuan Kuda HUT ke-81 RI di Aceh Tengah, Sabtu (29/8/2026).

TAKENGON — Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman, hadir di tengah hingar-bingar final Kejuaraan Pacuan Kuda HUT ke-81 RI di Lapangan H.M. Hasan Gayo Belang Bebangka, Aceh Tengah, Sabtu (29/8/2026). Kehadirannya bukan sekadar seremoni; ia datang dengan pesan konkret tentang masa depan olahraga berkuda di Serambi Mekkah.

Kejuaraan yang digelar KN Pordasi bersama PP FN Pordasi Pacu dan Pengprov FN Pordasi Pacu Aceh ini berlangsung pada 24-30 Agustus 2026. Peserta yang turun berasal dari tiga daerah, yakni Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues.

Menurut Marciano, ajang ini bukan hanya soal mempertahankan tradisi turun-temurun. Lebih dari itu, ini adalah titik tolak pembinaan atlet secara berkesinambungan. "Mari kita rawat bersama, kita lahirkan atlet-atlet olahraga berkuda dari Aceh, supaya kelak bisa mewakili Indonesia pada event-event internasional yang lebih besar lagi," ujarnya.

Venue PON XXI Jadi Aset Berharga untuk Pembinaan Jangka Panjang

Marciano menilai Lapangan H.M. Hasan Gayo Belang Bebangka merupakan salah satu arena pacuan kuda terbaik di Indonesia. Venue ini bukan bangunan baru; sebelumnya sudah teruji saat menjadi lokasi pertandingan pada PON XXI/2024 Aceh-Sumut.

Ia menyebut kejuaraan kali ini memberikan dampak berlipat. Selain untuk pembinaan atlet, ajang ini juga memanfaatkan venue peninggalan PON secara optimal dan menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.

Pacu Kuda Dinilai Jadi Sarana Trauma Healing Warga Aceh

Ada satu sisi lain yang ditekankan oleh Ketum KONI Pusat. Menurutnya, pacuan kuda juga dapat menjadi sarana hiburan dan trauma healing bagi masyarakat Aceh yang kerap terdampak bencana.

"Ajang ini melanjutkan tradisi Pacu Kuda yang begitu melekat dengan budaya masyarakat Aceh, sekaligus menjadi sarana pembinaan berkesinambungan bagi atlet-atlet berkuda pacu dalam menyongsong PON XXII/2028 di Sumba," kata Marciano dalam keterangannya.

Hasil Final: Kuda Lokal Gayo dan Bener Meriah Dominasi Podium

Pada rangkaian final yang berlangsung Sabtu, sejumlah kelas dipertandingkan dengan hasil sebagai berikut:

  • Gayo Muda 1.000 meter: dimenangi Peluru Kendali dari Aceh Tengah.
  • F Final Muda 1.100 meter: dimenangi Lintes Genting Kanis dari Aceh Tengah.
  • Gayo Tua 1.400 meter: dimenangi Runcang Gayo dari Gayo Lues.
  • F Tua 1.400 meter: dimenangi Albatros dari Bener Meriah.
  • E Tua 1.400 meter: dimenangi Fajar Mentari dari Bener Meriah.

Marciano memastikan KONI Pusat akan terus mendukung pengembangan olahraga di Aceh. "Mari kita bekerja keras untuk olahraga Indonesia, karena bicara olahraga adalah bicara Merah Putih. Jangan pernah lelah berkarya untuk Indonesia," pungkasnya. [*]

Follow iniaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dialeksis.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks