ACEH — Harga miring selalu punya daya tarik, apalagi untuk BMW generasi E46—salah satu sedan sporty terbaik era 2000-an. Unit yang dijual di California ini bukan sekadar E46 biasa. Ia merupakan versi spesifikasi Kanada dengan mesin yang tak pernah dipasarkan di Amerika Serikat.
Misteri Mesin 2.2 Liter di Balik Badging "320i"
Badging "320i" pada mobil ini sedikit menipu. Alih-alih bermesin 2.0 liter sesuai tulisan di bagian belakang, E46 kali ini memakai M54 straight-six berkapasitas 2.2 liter dengan tenaga 168 HP dan torsi 155 lb-ft. Angka itu memang di bawah versi 325i untuk pasar AS, namun masih jauh lebih bertenaga dibanding varian 318i bermesin 4 silinder.
BMW tak pernah menjual model 320i ini di Amerika Serikat. Varian ini hanya dipasarkan di Kanada dan beberapa negara lain. Transmisi yang digunakan adalah otomatis dengan mode manual—sebuah kompromi yang mungkin kurang ideal bagi penggemar setia yang mendambakan tuas kopling.
Jalur Registrasi California yang Membingungkan
Cerita menarik lainnya adalah status kepemilikan mobil ini. Pemilik pertama membelinya di Kanada, namun kini mobil tersebut terdaftar resmi di California dengan surat-surat bersih dan STNK aktif. Hal ini cukup membingungkan karena regulasi emisi California dikenal sangat ketat untuk kendaraan non-spesifikasi lokal yang usianya di bawah 1976.
Dengan jarak tempuh 150.000 mil atau sekitar 241.000 km, mesin diklaim dalam kondisi prima. Pemilik kedua yang menjualnya saat ini menyebut hanya ada indikator lampu peringatan brake pad yang menyala—kemungkinan disebabkan sensor bermasalah, bukan karena kampas rem yang baru diganti. Servis oli juga baru dilakukan 800 km terakhir.
Gigitan Waktu di Eksterior dan Interior
Sebagai mobil berusia dua dekade, tentu ada beberapa kekurangan visual. Cat Alpine White masih tergolong rapi, namun ada penyok di kap mesin yang membuat gril ginjal khas BMW hilang dari posisinya. Ada pula sobekan kecil pada jok pengemudi yang bisa diatasi dengan lem atau jahitan ulang.
Interiornya justru tergolong sederhana—tanpa jok sport, tanpa M badge, bahkan tanpa AC otomatis. Namun masih ada power window, kunci pintu elektrik, dan kontrol setir untuk audio serta cruise control.
Harga Rp46 Juta: Menarik, Tapi Hitung Ulang
Dengan harga Rp46 juta, angka ini memang menggoda untuk ukuran BMW berpenggerak roda belakang. Bandingkan dengan harga pasar E46 di Indonesia yang masih berkisar Rp150-250 jutaan untuk kondisi mulus. Namun perlu dicatat: mobil ini berstatus impor pribadi dengan spesifikasi yang tidak lazim di pasar lokal.
Jika tertarik membawa masuk ke Indonesia, biaya Bea Masuk, PPnBM, dan pengurusan dokumen dapat membuat total investasi membengkak jauh melampaui harga beli. Sistem kelistrikan dan suku cadang untuk varian 320i Kanada ini pun mungkin akan sulit ditemukan di bengkel umum sekalipun.
Bagi penggemar yang mencari proyek restorasi atau mobil weekend yang unik, penawaran ini menarik. Namun bagi yang mencari mobil harian andal, anggaran tambahan untuk perbaikan kosmetik dan potensi masalah sistem pendingin—penyakit bawaan E46—harus dipertimbangkan matang-matang.