BANDA ACEH — Kabupaten Aceh Besar menerima penghargaan Serambi Awards 2026 kategori Penggerak Kedaulatan Pangan. Anugerah itu diserahkan dalam acara yang berlangsung di AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Sabtu (29/8/2026) malam, dan diterima langsung oleh Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris (Syech Muharram).
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya daerah memperkuat sektor pertanian dan pangan. Syech Muharram menegaskan, capaian tersebut bukan hasil kerja pemerintah sendirian, melainkan buah kolaborasi masyarakat, petani, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan.
"Ini bukan hanya kerja pemerintah, tetapi kerja bersama masyarakat, petani, kelompok tani dan seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.
Mengapa Sektor Pangan Jadi Prioritas Pembangunan
Menurut Syech Muharram, sektor pangan berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, penguatan pertanian dan pangan harus menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah, bukan sekadar program tambahan.
Penghargaan Serambi Awards 2026 disebutnya sebagai motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk terus memperkuat sektor pangan dan meningkatkan kemandirian masyarakat.
Potensi Aceh Besar: Pertanian, Perkebunan, hingga Peternakan
Aceh Besar memiliki potensi yang bisa dikembangkan di bidang pertanian, perkebunan, hingga peternakan. Potensi itu, kata bupati, harus dimanfaatkan secara maksimal agar masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen pangan yang kuat.
"Potensi yang kita miliki harus dimanfaatkan secara maksimal. Kita ingin masyarakat Aceh Besar tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga menjadi produsen pangan yang kuat," katanya.
Distribusi dan Nilai Ekonomi Jadi Pekerjaan Rumah
Selain meningkatkan produksi, Syech Muharram menyoroti perlunya dukungan distribusi yang baik dan peningkatan nilai ekonomi hasil pertanian. Ia menilai dua aspek ini menentukan apakah petani benar-benar menikmati manfaat dari kedaulatan pangan.
Tanpa distribusi yang lancar, hasil panen bisa terhambat sampai ke pasar. Tanpa nilai tambah, harga jual komoditas tetap rendah di tingkat petani.
Kolaborasi Pemerintah, Petani, Akademisi, dan Pelaku Usaha
Untuk mewujudkan semua itu, pemerintah daerah akan terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat. Sinergi ini diyakini menjadi kunci memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan di Aceh Besar secara berkelanjutan.
"Harapan kita, penghargaan ini menjadi penyemangat untuk bekerja lebih baik lagi dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Aceh Besar," ungkapnya.