ACEH — Pameran otomotif kerap dijadikan barometer gairah pasar kendaraan bermotor di Indonesia. Namun, analisis terhadap tren beberapa tahun terakhir menunjukkan kontribusinya terhadap total penjualan nasional masih dalam proporsi yang terbatas. Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), misalnya, yang merupakan pameran terbesar di Tanah Air, hanya menyumbang sekitar 5 persen dari total penjualan tahun lalu.
"Pameran otomotif memang menjadi salah satu kanal penjualan yang penting, tetapi bukan penentu utama penjualan kendaraan nasional," ujar pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, Rabu (29/7). Kontribusi GIIAS pada 2024 bahkan lebih rendah, yakni sekitar 4 persen, dan hanya 3 persen pada 2023.
Pabrikan otomotif kerap merayakan jumlah Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) yang diraup selama pameran. Namun, Yannes mengingatkan agar angka tersebut tidak langsung diartikan sebagai penjualan final. Sebagian besar yang tercatat hanyalah pemesanan, bukan kendaraan yang sudah terkirim ke konsumen.
"Jadi, pameran otomotif seperti GIIAS lebih tepat dipahami sebagai salah satu indikator optimisme pasar daripada representasi langsung seluruh penjualan otomotif nasional," kata Yannes. Pemesan masih bisa membatalkan, mengubah tipe, atau menunda pembelian karena faktor pembiayaan.
Alih-alih menciptakan permintaan baru, pameran berfungsi mempercepat realisasi transaksi bagi konsumen yang sudah berminat. Konsep "one-stop activity" menjadi daya tarik utama: calon pembeli bisa membandingkan produk, mencoba kendaraan dalam sesi test drive, hingga mendapat simulasi pembiayaan dari berbagai perusahaan leasing tanpa harus berpindah tempat.
Hal ini krusial, terutama bagi calon pembeli kendaraan listrik (EV). Menurut Yannes, mereka masih memiliki banyak pertanyaan soal jarak tempuh, proses pengisian daya, biaya kepemilikan, hingga layanan purnajual. Melalui pameran, tenaga penjual dan teknisi dapat menjawab langsung pertanyaan-pertanyaan tersebut, meningkatkan kepercayaan konsumen sebelum memutuskan membeli.
Meski kontribusi pameran terbatas, optimisme tetap mengemuka seiring perbaikan pasar. Data Gaikindo menunjukkan penjualan mobil domestik pada semester pertama 2026 mencapai 436.564 unit, meningkat sekitar 15,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika menyebut capaian ini sebagai bekal keyakinan menjelang penyelenggaraan GIIAS yang akan digelar pada 30 Juli–9 Agustus di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.
Namun, Yannes mengingatkan bahwa keberhasilan pameran tetap bergantung pada kondisi ekonomi makro. "Kalau kondisi pasar membaik pada 2026, kontribusinya berpeluang bertahan atau sedikit meningkat," katanya. Ketika daya beli melemah, suku bunga kredit tinggi, atau akses pembiayaan ketat, pameran cenderung kehilangan momentumnya sebagai katalis.