PADANGPANJANG — Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang akan menjadi pusat gelaran festival seni dan industri kreatif selama dua hari pada 24–25 Juli 2026. Acara yang diberi nama ISU ISI ini merupakan inisiatif mahasiswa Pascasarjana yang berangkat dari luaran Mata Kuliah Manajemen Seni, namun berkembang menjadi ajang kolaborasi lintas sektor.
Rektor ISI Padangpanjang, Dr. Febri Yulika, S.Sn., M.Hum., mengapresiasi langkah mahasiswa yang mampu menyinergikan capaian akademik dengan kreativitas. Menurutnya, ukuran keberhasilan sebuah kegiatan tidak ditentukan oleh skala acara, melainkan sejauh mana mampu melahirkan gagasan dan dampak berkelanjutan.
"Kreativitas itu berhasil disinergikan dengan capaian akademik sehingga mampu menjadi media untuk memperkenalkan ISI Padangpanjang, khususnya Pascasarjana, kepada masyarakat melalui sebuah event yang kami sebut ISU ISI," ujar Febri.
Kampus Jadi Pusat Festival, Bukan Lagi Luar Kampus
Direktur Pascasarjana ISI Padangpanjang, Dr. Rasmida, S.Sn., M.Sn., menjelaskan bahwa ISU ISI merupakan event kesembilan yang diselenggarakan oleh pihaknya. Namun, kali ini berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya.
"Selama ini kami melaksanakan berbagai event di luar kampus dan mendapat respons yang sangat baik dari masyarakat. Tahun ini kami ingin mengangkat kampus sebagai pusat kegiatan. Harapannya, ISU ISI dapat menjadi cikal bakal event tahunan Pascasarjana ISI Padangpanjang," kata Rasmida.
Pemindahan lokasi ke dalam kampus dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat identitas ISI Padangpanjang sebagai pusat pengembangan seni dan ekonomi kreatif di daerah.
Jembatan Koneksi Daerah ke Nasional dan Internasional
Dosen Pengampu Mata Kuliah Manajemen Seni, Dr. Sulaiman Juned, S.Sn., M.Sn., yang akrab disapa Adoen, menilai ISU ISI memiliki peran strategis dalam membuka akses pelaku seni dan industri kreatif daerah ke jejaring yang lebih luas.
"Daerah masih memiliki keterbatasan akses menuju skala nasional. Jadi, perlu dibangun hubungan kerja sama dengan pelaku industri kreatif agar tercipta koneksi yang kuat antara daerah, nasional, hingga internasional," ungkap sastrawan dan sutradara teater tersebut.
Platform Berkelanjutan, Bukan Sekadar Perhelatan Sesaat
Direktur Festival ISU ISI, Amin Wahyuda, menegaskan bahwa festival ini dirancang sebagai platform yang tumbuh dan berkembang, bukan sekadar acara tahunan biasa.
"ISU ISI merupakan proses kecil yang akan berkembang menjadi akar, membentuk jaringan yang kuat, dan pada akhirnya tumbuh menjadi festival besar yang berkontribusi terhadap pembangunan dan kemajuan ISI Padangpanjang di masa depan," paparnya.
Amin menambahkan, festival ini menghadirkan ruang kolaborasi yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan antara akademisi, seniman, pelaku industri kreatif, komunitas, serta masyarakat luas. Subsektor ekonomi kreatif yang diajarkan di ISI Padangpanjang, menurut Rektor Febri Yulika, hampir seluruhnya memiliki keterkaitan dengan disiplin ilmu di kampus tersebut. Namun, sinergisitas dan kolaborasi menjadi kunci agar kreativitas tidak berjalan sendiri.