PADANG PANJANG — Sebanyak puluhan mahasiswa, akademisi, seniman, dan pelaku usaha kreatif berkumpul dalam forum ISU ISI 2026 yang digelar di lingkungan kampus ISI Padangpanjang. Kegiatan dua hari ini menghadirkan talkshow, fashion show, pertunjukan seni, pemutaran film, dan konser yang semuanya dirancang untuk mempertemukan kreativitas dengan kewirausahaan.
Ketua pelaksana, Amin Wahyuda, menjelaskan bahwa ISU ISI 2026 merupakan praktik langsung dari mata kuliah Manajemen Seni yang mempelajari tata kelola, kuratorial, dan kritik seni. “Setelah satu semester belajar di kelas, kini kami menerapkannya dalam bentuk festival yang melibatkan masyarakat luas,” ujarnya.
Mengapa Seni Perlu Dikaitkan dengan Usaha?
Dosen Pengampu Mata Kuliah Manajemen Seni, Dr. Sulaiman Juned, S.Sn., M.Sn., menekankan bahwa seni tidak hanya berfungsi sebagai media ekspresi dan apresiasi. “Seni memiliki potensi besar dalam menciptakan nilai ekonomi melalui berbagai bentuk usaha kreatif,” kata sastrawan dan sutradara teater itu. Menurutnya, forum ini menjadi jembatan antara dunia pendidikan seni dan sektor industri.
Rektor ISI Padangpanjang, Dr. Febri Yulika, S.Ag., M.Hum., dalam sambutannya menyebut ISU ISI 2026 sebagai wadah untuk memperkuat hubungan antara akademisi dan pelaku usaha. “Berbagai gagasan, karya, dan inovasi yang lahir dari lingkungan akademik diperkenalkan kepada masyarakat dan pelaku usaha sehingga membuka peluang kerja sama yang lebih luas,” ungkapnya.
Rangkaian Acara dan Target ke Depan
Selain pertunjukan seni, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, praktisi seni, dan pelaku industri kreatif. Mereka memberikan wawasan tentang strategi pengembangan seni yang adaptif terhadap kebutuhan pasar dan perkembangan industri. Peserta diajak untuk bertukar pengalaman, memperluas jaringan, dan membangun kemitraan yang berkelanjutan.
Direktur Pascasarjana ISI Padangpanjang, Dr. Rasmida, S.Sn., M.Sn., mengungkapkan bahwa ISU ISI 2026 merupakan penyelenggaraan yang ke-10. Sebelumnya, kegiatan ini dilaksanakan di luar kampus, namun tahun ini digelar di lingkungan ISI Padangpanjang. “Festival ISU ISI direncanakan menjadi kegiatan rutin Festival Pascasarjana setiap tahunnya,” katanya.
Febri Yulika juga mengajak seluruh pimpinan dan mahasiswa Pascasarjana untuk bersama-sama memikirkan strategi pengembangan lembaga dan membranding kampus agar ISI Padangpanjang dikenal lebih luas. “Interaksi yang sinergis antara seni dan usaha diharapkan mampu melahirkan inovasi serta memperkuat jejaring kreatif di Indonesia,” pungkasnya.