ACEH — Pemerintah melalui Kementerian PU terus mengejar penyelesaian Sekolah Rakyat Indramayu yang dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu. Proyek strategis nasional ini merupakan bagian dari program Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu.
Fasilitas Berstandar Internasional dan Target Finishing
Kepala Satuan Kerja Prasarana Strategis Jawa Barat, Tomi Hendratno, mengungkapkan pekerjaan kini memasuki tahap penyelesaian akhir. Penutupan atap ditargetkan rampung dalam pekan ini.
Selain gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, kompleks ini dilengkapi laboratorium, asrama siswa, rumah susun guru, serta lapangan sepak bola berstandar FIFA. Lapangan tersebut menggunakan rumput alami jenis Zoysia matrella Linmer dengan lintasan atletik selebar 7,8 meter.
Menteri Dody menegaskan komitmennya terhadap kualitas bangunan. "Paling penting, kualitas bukan sesuatu yang boleh dikorbankan. Saya paling anti mengorbankan kualitas, apapun yang terjadi, bangunan Sekolah Rakyat ini harus bertahan lama," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (29/6).
Kendala Akses Jalan dan Solusi dari Pusat
Proyek yang dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya dan PT Uno Tanoh Seuramoh ini melibatkan sekitar 920 tenaga kerja. Namun, pembangunan sempat menghadapi tantangan berupa akses jalan menuju lokasi sepanjang 2,2 kilometer yang belum memiliki perkerasan.
Tomi Hendratno menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Bina Marga untuk mempercepat peningkatan akses melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). Langkah ini dinilai krusial untuk kelancaran distribusi material dan mobilitas warga setelah sekolah beroperasi.
Lingkungan Belajar Hijau dan Strategis
Sekolah Rakyat Indramayu memiliki total luas bangunan 27.372 meter persegi dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) seluas 69.628 meter persegi. Lokasinya dikelilingi perkebunan pohon jati dan berada tidak jauh dari Gerbang Tol Cikedung, menciptakan suasana belajar yang sejuk dengan akses transportasi yang memadai.
Kementerian PU memastikan pengawasan kualitas dilakukan secara ketat, mulai dari pemilihan material hingga metode konstruksi. Dengan rampungnya proyek ini, pemerintah berharap sekolah tidak hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga menjadi pusat pengembangan potensi akademik dan olahraga bagi generasi muda di Jawa Barat.