BIREUEN — Stok darah di Unit Pengelolaan Darah (UPD) RSUD dr Fauziah, Bireuen, kerap berada dalam kondisi kritis. Kondisi itulah yang mendorong Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HIMARU) Fakultas Teknik Universitas Almuslim (Umuslim) turun tangan. Mereka menggelar aksi donor darah di Alun-Alun Kota Bireuen, Selasa (30/6) pagi, bekerja sama dengan PMI Bireuen dan UPD rumah sakit setempat.
40 Kantong Darah untuk Pasien RSUD dr Fauziah
Dari kegiatan yang berlangsung sejak pagi itu, terkumpul 40 kantong darah dari para pendonor sukarela. Seluruh kantong darah tersebut langsung diserahkan kepada UPD RSUD dr Fauziah untuk didistribusikan kepada pasien yang membutuhkan. Angka ini menjadi suntikan berarti bagi ketersediaan darah di rumah sakit yang melayani warga Bireuen dan sekitarnya.
Ketua HIMARU: Agenda Rutin Kemanusiaan dan Kemahasiswaan
Ketua HIMARU, Noor Fazila, menyebut kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial. Menurutnya, aksi sosial ini merupakan hasil kolaborasi antara HIMARU, UPD RSUD Fauziah, dan PMI Bireuen yang telah dijadwalkan sebagai agenda rutin program kemahasiswaan dan kemanusiaan.
“Program ini sangat mulia karena bisa membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien, sekaligus bisa memperkuat budaya gotong royong, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada masyarakat melalui aksi nyata,” ujar Noor Fazila.
Dekan Fakultas Teknik Apresiasi Inisiatif Mahasiswa
Dekan Fakultas Teknik Umuslim, Dr Muhammad Yanis, ST., MT, turun langsung ke lokasi dan ikut mendonorkan darahnya. Kehadirannya sekaligus menjadi bentuk dukungan penuh dari pihak fakultas terhadap inisiatif mahasiswanya.
“Kegiatan ini bentuk pengabdian nyata mahasiswa kepada masyarakat. Kami sangat mengapresiasi HIMARU mampu menghadirkan program kemanusiaan ini melibatkan berbagai mitra sehingga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Muhammad Yanis.
Dekan menambahkan, inisiatif dari mahasiswa ini menunjukkan bahwa organisasi kemahasiswaan tidak hanya aktif dalam kegiatan akademik dan pengembangan profesi. Mereka juga memiliki kepedulian yang tinggi terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat, terutama yang berkaitan dengan layanan kesehatan publik.